China: Ada Kekuatan Asing Di Balik Kekerasan di Hong Kong

Dia mengatakan aksi protes itu merupakan murni kekerasan dan tindakan itu tidak dapat diterima di negara mana pun. Dia menyebut para demonstran menyerang polisi dan orang yang lewat selain melumpuhkan transportasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  10:07 WIB
China: Ada Kekuatan Asing Di Balik Kekerasan di Hong Kong
Demonstran anti-pemerintah merusak sebuah toko selama protes di Hong Kong, Cina, 20 Oktober 2019. - REUTERS/Umit Bektas

Bisnis.com, JAKARTA – Menlu China, Wang Yi mengecam kekerasan oleh pengunjuk rasa di Hong Kong sebagai sesuatu “yang tidak bisa diterima” dengan mengatakan bahwa mereka telah didorong oleh “kekuatan asing.”

“Apa yang terjadi di Hong Kong saat ini sama sekali bukan protes damai,” kata Wang Yi dalam sebuah wawancara seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (22/10/2019).

Dia mengatakan aksi protes itu merupakan murni kekerasan dan tindakan itu tidak dapat diterima di negara mana pun. Dia menyebut para demonstran menyerang polisi dan orang yang lewat selain melumpuhkan transportasi.

Hong Kong diliputi oleh aksi protes yang semakin keras selama lebih dari 5 bulan. Demonstran menuntut demokrasi yang lebih besar dan akuntabilitas polisi.

“Ada kekuatan asing yang mendorong kekerasan semacam ini di jalanan dengan tujuan mengacaukan Hong Kong, menabur kekacauan ... untuk memusnahkan kemajuan bersejarah yang dibuat sejak kebijakan satu sistem dua negara diterapkan,” kata Wang.

Tindakan seperti itu tidak akan pernah berhasil, katanya. Dia optimistis pemerintah Hong Kong akan dapat membangun kembali tatanan sosial dan menghormati aturan hukum.

Dengan “dukungan dari Beijing, Hong Kong akan terus menerapkan formula satu-negara-dua-sistem,” ujar Wang menekankan.

Wang juga membidik media asing dengan mengatakan bahwa beberapa dari mereka “menyebut kekerasan ini demokratis dan damai, namun hal itu sama sekali mengabaikan kenyataan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo Hong Kong, hong kong

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top