Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jam Malam Diperpanjang, 5 Tewas dalam Kerusuhan di Chili

Pihak kepolisian dan tentara menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa di ibukota negara tersebut. Kerusuhan dipicu akibat kenaikan harga dan ketidaksetaraan sosial di negara Amerika Latin tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  08:57 WIB
Bangunan perusahaan perusahaan energi multinasional ENEL, terlihat terbakar selama protes terhadap kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, Chili, 18 Oktober. - REUTERS/Ramon Monroy
Bangunan perusahaan perusahaan energi multinasional ENEL, terlihat terbakar selama protes terhadap kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, Chili, 18 Oktober. - REUTERS/Ramon Monroy

Bisnis.com, JAKARTA – Lima orang tewas ketika sebuah pabrik garmen dibakar oleh para penjarah di dekat Santiago sehingga jumlah korban tewas dalam gelombang kerusuhan di Chili menjadi tujuh orang dan pihak berwenang memperpanjang pemberlakuan jam malam.

Pihak kepolisian dan tentara menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk menghadapi pengunjuk rasa di ibukota negara tersebut. Kerusuhan dipicu akibat kenaikan harga dan ketidaksetaraan sosial di negara Amerika Latin tersebut.

Hampir semua angkutan umum di ibu kota berpenduduk 7 juta orang itu lumpuh pada hari Minggu (20/10). Toko-toko tutup dan banyak penerbangan masuk dan keluar dari bandara internasional Santiago dibatalkan.

Setelah pertemuan darurat dengan para pejabat tinggi negara bagian Minggu malam, Presiden Sebastian Pinera mengumumkan perpanjangan keadaan darurat yang diumumkan Jumat disertai pengerahan ribuan tentara ke jalan-jalan.

“Demokrasi tidak hanya memiliki hak, ia memiliki kewajiban untuk mempertahankan diri menggunakan semua instrumen yang disediakan demokrasi itu sendiri, dan supremasi hukum untuk memerangi mereka yang ingin menghancurkannya,” kata Pinera seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (21/10/2019).

Petugas pemadam kebakaran mengatakan lima orang tewas di sebuah pabrik garmen yang dibakar oleh perusuh di Ranca, pinggiran utara Santiago.

“Lima mayat telah ditemukan di dalam pabrik,” kata Kepala Pemadam Santiago, Diego Velazquez.

Kantor tiket kereta bawah tanah terlihat terbakar selama protes menentang kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, 19 Oktober. Santiago dan kota-kota Chili lainnya telah dilanda kerusuhan beberapa hari ketika protes atas peningkatan biaya transportasi umum mendorong Presiden Sebastian Pinera untuk menyatakan keadaan darurat.(REUTERS-Ramon Monroy)

Kantor tiket kereta bawah tanah terlihat terbakar selama protes menentang kenaikan harga tiket kereta bawah tanah di Santiago, 19 Oktober. Santiago dan kota-kota Chili lainnya telah dilanda kerusuhan beberapa hari ketika protes atas peningkatan biaya transportasi umum mendorong Presiden Sebastian Pinera untuk menyatakan keadaan darurat.(REUTERS-Ramon Monroy)

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Andres Chadwick mengatakan dua wanita terbakar sampai mati setelah sebuah toko yang dimiliki oleh rantai pengecer AS Walmart dibakar pada dini hari Minggu.

Korban ketiga, yang semula dilaporkan pihak berwenang telah meninggal di rumah sakit, menderita luka bakar hingga 75 persen dari tubuhnya.

Chadwick mengatakan dua orang menderita luka tembak setelah bentrokan dengan polisi akibat penjarahan di sebuah kota di selatan Santiago.

Pihak berwenang melaporkan terjadi 103 insiden serius di seluruh negeri dengan 1.462 orang ditahan, 614 di Santiago dan 848 di seluruh negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chile
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top