Dipanggil Jadi Menteri, Ini Jejak Karir Nadiem Makarim

Pendiri Gojek Nadiem Makarim dipanggil ke Istana Presiden jelang pengumuman menteri baru di kabinet Jokowi-Ma`ruf Amin. Bagaimana jejak karir Nadiem selama ini?
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  11:26 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA - Pendiri Gojek Nadiem Makarim dipanggil ke Istana Presiden jelang pengumuman menteri baru di kabinet Jokowi - Ma`ruf Amin. Bagaimana jejak karir Nadiem selama ini?

Pria bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim ini lahir di Singapura 4 Juli 1984. Meski begitu dia dan keluarganya berkewarganegaraan Indonesia.

Sebelum menjadi pengusaha suskes di Tanah Air bahkan luar negeri, Nadiem menyelami bangku kuliah di Brown University, Amerika Serikat. Dia mendapat gelar sarjana pada 2006.

Tiga tahun berselang dia melanjutkan pendidikan pasca-sarjana untuk meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di Harvard Business School.

Bermodal gelar MBA dari Harvard, Nadiem kembali ke Indonesia. Dia bekerja menjadi konsultan di Mckensey & Co selama tiga tahun.

Setelah itu Nadiem menjadi Co-Founder sekaligus Managing Director di Zalora Indonesia pada 2011. Pada tahun yang sama, Nadiem sedang mengembangkan startup bernama Go-Jek dengan 15 karyawan dan 450 mitra. Platform itu sejatinya sudah didirikan Nadiem sejak 2010.

Satu tahun berselang Nadiem keluar dari Zalora untuk fokus pada perusahaan rintisannya itu. Pengembangan itu turut disertai dengan bergabungnya Nadiem menjadi Chief Innovation Officer Kartuku selama satu tahun.

Platform pembayaran non tunai ini di kemudian hari diakuisisi oleh Gojek untuk memperkuat GoPay.

Kini, Gojek menjadi salah satu decacorn di dunia dengan valuasi mencapai US$10 miliar lebih. Gojek juga menjadi penyedia lebih dari 20 layanan mulai pesan antar, jasa transportasi, logistik, hingga bersih-bersih rumah.

Gojek juga telah mengembangkan platform itu ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Vietnam.

Atas pencapaian tersebut Nadiem menerima penghargaan The Straits Time Asian of The Year pada 2016.

Dia menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat penghargaan itu. Beberapa nama sebelumnya yang mendapat penghargaan seripa seperti Pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, PM India Narendra Modi, PM Jepang Shinzo Abe hingga Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.

Atas penghargaan itu dia dianggap memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kesejahteraan orang di negaranya atau di Asia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabinet kerja, Nadiem Makarim, Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top