Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PKS Tidak Takut Oposisi Sendirian, Anggap Jokowi Aneh Ajak Partai Nonpengusung

Presiden Joko Widodo mengundang ketua umum partai bukan koalisi di Istana Merdeka pekan lalu. Susilo Bambang Yudhoyono dari Demokrat dan Prabowo Subianto dari Gerindra diajak soal kemungkinan bergabung bersama koalisi lainnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  15:19 WIB
PKS Tidak Takut Oposisi Sendirian, Anggap Jokowi Aneh Ajak Partai Nonpengusung
Hidayat Nur Wahid-JIBI - Samdysara Saragih
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo mengundang ketua umum partai bukan koalisi di Istana Merdeka pekan lalu. Susilo Bambang Yudhoyono dari Demokrat dan Prabowo Subianto dari Gerindra diajak soal kemungkinan bergabung bersama koalisi lainnya.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid merasa aneh dengan sikap Jokowi. Dia terus mengajak partai nonpengusung untuk bergabung meski persentase kemenangan dengan Prabowo lebih besar dari sebelumnya. Pada 2014, Jokowi unggul selisi sekitar 6 persen, sementara kini 10 persen.

“Kenapa harus tarik-tarik yang lain. Alangkah bagusnya, sudahlah kita pakai peraturan yang bagus saja. Demokrasi mengenal yang adanya di pemerintahan dan di luar pemerintahan,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/10/2019). 

Yang dimaksud Hidayat adalah tidak perlu mengajak lagi partai yang kalah dalam pemilu. Ini hanya menghadirkan kehebohan publik.

Baginya, partai pengusung belum tentu mendapat hadiah berupa jatah menteri seperti yang diharapkan. Jangan sampai bergabungnya partai lain malah membuat alokasi untuk mereka malah berkurang. 

Oleh karena itu, Jokowi lebih baik memuaskan partai pendukung. Partai di luar pemerintahan adalah konstitusional. 

Apabila Gerindra dan Demokrat ikut koalisi, itu tidak mengubah pendirian partai yang tetap menjadi oposisi. Sikap kalah di luar pemerintahan dan menang di dalam sudah menjadi sikap sejak era Presiden Abdurrahman Wahid. 

“Kami tidak pernah takut [oposisi]. Karena kami yakin. Sendirian saja berani. Kami ini bukan menantang atau tidat, tapi logika politik adalah jelas demokrasi memerlukan check and balances. Bukan ukurannya adalah sedikit atau banyak tapi kualitas,” jelas Hidayat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks oposisi Kabinet Jokowi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top