IMF: Negara Perlu Lebih Serius Tangani Perubahan Iklim

Apabila dibiarkan, perubahan iklim dapat menimbulkan dampak-dampak seperti kenaikan permukaan laut, banjir rob, bencana alam, dan gangguan terhadap suplai makanan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  13:51 WIB
IMF: Negara Perlu Lebih Serius Tangani Perubahan Iklim
Kawasan terkering di Afrika, Sahel, berubah jadi hijau karena perubahan iklim. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) meminta kepada negara-negara untuk lebih agresif dalam memitigasi perubahan iklim.

Apabila dibiarkan, perubahan iklim dapat menimbulkan dampak-dampak seperti kenaikan permukaan laut, banjir rob, bencana alam, dan gangguan terhadap suplai makanan.

"Hingga saat ini, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah masih belum cukup," ujar IMF dalam laporannya yang berjudul 'Fiscal Monitor: How to Mitigate Climate Change' yang dikutip Bisnis, Sabtu (12/10/2019).

Paris Agreement yang disepakati pada 2015 masih belum ditindaklanjuti dengan komitmen oleh negara-negara yang turut menandatangani perjanjian tersebut.

IMF mengatakan bahwa ke depan masih diperlukan startegi-strategi konkret dalam rangka menekan emisi CO2 melalui pengenaan pajak karbon.

Pengenaan pajak karbon terutama terhadap penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui merupakan alat yang paling efektif dan efisien untuk menekan emisi karbon.

Melalui pengenaan pajak karbon, korporasi dan rumah tangga akan berusaha untuk mencari cara menekan penggunaan energi dan akan menggeser penggunaan energi dari yang konvensional menuju sumber energi alternatif.

Secara jangka panjang, pergeseran dari sumber energi konvensional menuju energi alternatif yang ramah lingkungan akan memberikan dampak positif kepada masyarakat serta industri dan korporasi antara lain dengan menurunnya angka kematian akibat polusi.

Selain itu, pengenaan pajak karbon dan pergeseran menuju sumber energi alternatif akan menstimulus berkembangnua teknologi baru yang diikuti dengan munculnya tenaga kerja baru.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf, perubahan iklim

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top