Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Marak Pencurian Ikan, Wapres JK Ingatkan Potensi Masalah Seperti Somalia

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan Indonesia harus bercermin dari kejadian di Somalia. Negara di Afrika tersebut sebelumnya merupakan negara yang kaya dengan tuna dan menjadi sumber kehidupan nelayan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  13:29 WIB
Personel Lantamal IX Ambon memantau proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). - Antara/Izaac Mulyawan
Personel Lantamal IX Ambon memantau proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). - Antara/Izaac Mulyawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kegagalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir akan menjadi potensi bencana kejahatan dalam jangka panjang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan Indonesia harus bercermin dari kejadian di Somalia. Negara di Afrika tersebut sebelumnya merupakan negara yang kaya dengan tuna dan menjadi sumber kehidupan nelayan.

Masalah besar terjadi pada negara itu setelah maraknya penangkapan ikan secara berlebihan akibat penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

"Datanglah para nelayan [asing] yang banyak dari bermacam negara dengan kapal-kapal yang lebih baik dan lebih canggih daripada nelayan Somali. Rakyat Somali marah, dan kemudian mereka bukan mencari ikan, tapi dia mencari orang dan kapal [rompak]," kata Jusuf Kalla (JK) dalam konferensi bertema Keberlanjutan Lautan untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Mengurangi Kesenjangan, di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Wapres JK menegaskan pengelolaan sumberdaya kelautan di Indonesia harus dijaga. Apa yang terjadi di Somalia sangat mungkin terjadi di negeri ini jika Indonesia gagal mengelola potensi kekayaan laut yang mensejahterakan nelayan dan masyarakat pesisir.

"Bu Susi [Menteri Kelautan dan Perikanan] telah berusaha dengan itu [melalui penenggelaman kapal ilegal dan penertiban alat tangkap] walaupun tentu juga dibutuhkan upaya lain untuk meningkatkan produksi ikan. Tapi jangan biarkan orang marah karena kita tidak menjaga laut ini," kata Wapres JK.

Lebih lanjut JK menambahkan Indonesia memiliki wilayah laut seluas 78 persen dari total kawasan sekitar 8 juta kilometer persegi. Dengan kondisi ini maka lautan bukan sebagai pemisah wilayah akan tetapi sebagai jembatan pemersatu bangsa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kelautan Wapres JK
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top