Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Jatah Menteri untuk Gerindra, Prabowo belum Ambil Keputusan Berkoalisi

Ketua Umum Partai Gerindra belum memutuskan untuk berkoalisi dengan kubu Jokowi dalam pembentukan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  16:35 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani tiba di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019). Prabowo disambut Megawati Soekarnoputri dan dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo. JIBI/Bisnis - Rayful Mudassir
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani tiba di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (24/7/2019). Prabowo disambut Megawati Soekarnoputri dan dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo. JIBI/Bisnis - Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Gerindra belum memutuskan untuk berkoalisi dengan kubu Jokowi dalam pembentukan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sekretaris Jenderal Gerinda Ahmad Muzani mengatakan bahwa belum ada keputusan soal ini.

“Sampai sekarang Pak Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina [Gerindra] belum ambil keputusan tentang apakah kita mau berkoalisi atau kita berada di dalam oposisi. Terhadap pembicaraan itu, Pak Prabowo merasa bahwa kita ini adalah kekuatan partai yang justru bersebrangan dengan Pak Jokowi atau menjadi kompetitor dalam pilpres,” katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Berdasarkan pertimbangan itu, Muzani menjelaskan bahwa Prabowo apabila memang harus menerima ajakan gabung, maka dianggap sebagai panggilan negara dan membayar hutang kampanye.

Saat kampanye, Prabowo berjanji swasembada energi, air, dan pangan. Tujuannya agar rakyat sejahtera.

Konsep tersebut juga sudah disampikan ke Jokowi melalui tertulis. Prabowo menunggu apakah pemikiran tersebut bisa diterima pemerintahan Jokowi atau tidak.

“Jadi pak prabowo tidak gede rumongso atau tidak menggegeret. Belau masih menunggu proses ini sebagai sebuah cara kita kelola negara” jelas Muzani.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan bahwa Gerindra meminta jatah tiga menteri kepada Presiden Joko Widodo untuk masa jabatannya yang kedua.

Tiga orang yang disodorkan untuk bursa menteri adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno. Akan tetapi keputusan ada pada Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi gerindra Kabinet Jokowi
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top