Penyerang Bersenjata Pisau Tewaskan Empat Orang di Paris

Seorang penyerang menewaskan sedikitnya empat karyawan dengan menggunakan pisau di sebuah kantor polisi pusat kota Paris.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  07:25 WIB
Penyerang Bersenjata Pisau Tewaskan Empat Orang di Paris
Ilustrasi - wikipedia.org

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang penyerang menewaskan sedikitnya empat karyawan dengan menggunakan pisau di sebuah kantor polisi pusat kota Paris.

Penyidik Remy Heitz mengatakan bahwa penyerang adalah seorang karyawan bidang teknologi informasi berusia 45 tahun. Dia menewaskan tiga petugas polisi dan seorang pekerja administrasi sebelum ditembak mati oleh seorang petugas keamanan kemarin.

Sedangkan, satu orang lainnya mengalami luka-luka dan kini tengah menjalani operasi.

Belum dieroleh keterangan apa motif penyerang itu, tetapi Jean-Marc Bailleul, seorang polisi menggambarkan insiden itu sebagai "kriminal" dan buan tindakan "teror", seperti dikutip Reuters, Jumat (4/10/2019).

Saksi lainnya, Loic Travers mengatakan insiden itu tampaknya dimulai di kantor dan berlanjut di di dekat Katedral Notre Dame dan beberapa tempat wisata utama lainnya.

Daerah sekitarnya ditutup setelah serangan, sedangkan  stasiun kereta api lokal ditutup.

Berbicara di luar markas polisi, Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner mengatakan penyerang itu diketahui rekan-rekannya dan di telah bekerja selama beberapa bulan di bagian IT.

"Dia tidak menunjukkan perilaku aneh dan tidak memberikan alasan mengapa bertindak hingga menewaskan orang lain," kata Castaner.

Heitz mengatakan polisi sedang menggeledah rumah penyerang, sedangkan kantor kejaksaan Paris mengonfirmasi bahwa istri individu tersebut telah dibawa ke tahanan polisi, tetapi tidak didakwa.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Edouard Philippe mengunjungi lokasi serangan itu. Sedangkan, Wali Kota Paris Anne Hidalgo menulis dalam sebuah posting di Twitter bahwa kota itu "menangis sore ini".

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, Emmanuel Macron

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top