Kemenristekdikti Gelontorkan Dana Rp280 Miliar untuk Startup Pemula

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menuturkan bahwa Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelontorkan investasi sebesar Rp280 miliar untuk membina Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) atau startup pemula selama 5 tahun terakhir.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  15:09 WIB
Kemenristekdikti Gelontorkan Dana Rp280 Miliar untuk Startup Pemula
Menristekdikti Mohammad Nasir (kedua kanan) bersama Sekretaris Jendral Ainun Na'im (kanan) mengunjungi stan produk startup pada Indonesia Startup Summit 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menuturkan bahwa Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggelontorkan investasi sebesar Rp280 miliar untuk membina Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) atau startup pemula selama 5 tahun terakhir. 

"Investasi besar Rp280 miliar untuk PPBT saja dalam 5 tahun. Tahun ini Rp64 miliar, ke depan harus kita tingkatkan. Harapan saya pada tahun 2020 hingga 2024 bisa meningkat tiga kali lipat karena presiden sudah mengintegrasikan semua riset menjadi satu lembaga riset yaitu Badan Riset Nasional," ujar Nasir usai membuka penyelenggaran pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) di JCC Senayan Jakarta, Kamis (3/10/2019). 

Nasir pun tidak menutup kemungkinan beberapa perusahaan akan berkembang menjadi perusahaan startup unicorn atau startup bervaluasi US$1 miliar. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya pembinaan agar perusahaan stabil dalam perkembangannya.

Sementara itu, pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) di JCC Senayan merupakan acara tahunan untuk memperkenalkan perusahaan teknologi termasuk di dalamnya startup rintisan masyarakat yang layak jual hasil penelitian dan pengembangan (litbang) Kemenristekdikti.

"Startup kita ada 1.307 yang sudah masuk (pelatihan) dan ini yang  besar sudah menjadi perusahaan yang matang sekitar 13. Yang lainnya belum, harus kita dorong. Oleh karena itu, bagaimana kita bisa melakukan hal ini supaya ke depan bisa menjadi lebih baik," kata Nasir.

Nasir  berharap hingga tahun 2024, startup di Indonesia bisa bertumbuh tiga kali lipat dari menjadi total 4.900 jumlah startup dengan angka perusahaan startup mature mencapai 150 startup. 

"Pengembangan semacam ini harus konsisten dan berkesinambungan. Pembinaan kami lakukan, ada evaluasi tahapan berikutnya kalau ini sudah menjadi startup yang baik maka kami akan sampai ke Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan maupun kementerian terkait.," terangnya. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, menristekdikti

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top