KPK Panggil Anak Rizal Djalil Terkait Kasus Proyek SPAM

Dipo Ilham yang juga politikus PAN itu akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Kementerian PUPR tahun anggaran 2018.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  12:43 WIB
KPK Panggil Anak Rizal Djalil Terkait Kasus Proyek SPAM
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara (kedua kiri) bersama Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar (kiri) dan anggota IV BPK Rizal Djalil (kedua kanan) meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan seusai menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2017, Jakarta, Selasa (10/10). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anak anggota IV BPK Rizal Djalil, Dipo Nurhadi Ilham, pada Kamis (3/10/2019).

Dipo Ilham yang juga politikus PAN itu akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Kementerian PUPR tahun anggaran 2018.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka LJP [Leonardo Jusminarta] dan RIZ [Rizal Djalil]," ujar Juru Bicara KPK Febri Dianysah.

Selain Dipo, penyidik juga secara bersamaan memanggil pegawai BPK (Sekretariat AKN VII) Abdul Harris, Direktur PT Adfinbureau Indonesia Harso Wibowo dan seorang pegawai swasta Columbanus Priaardanto.

Febri mengatakan bahwa ketiganya dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo.

Dalam pengembangan kasus SPAM, mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Rizal Djalil diduga menerima suap sebesar 100 ribu dolar Singapura dari Leonardo Jusminarta.

Rizal diduga menerima suap untuk membantu perusahaan PT Minarta Dutahutama mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar di Kementerian PUPR. 

KPK menduga pemberian uang kepada Rizal melalui seorang perantara. Leonardo sebelumnya menyampaikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura.

Namun, uang tersebut pada akhirnya diserahkan pada Rizal Djalil melalui salah satu pihak keluarga dengan jumlah SG$100 ribu dan pecahan 1.000 ribu dolar Singapura atau 100 lembar di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Perkara proyek SPAM ini berawal dari OTT yang dilakukan KPK pada 28 Desember 2018 dan mengamankan uang senilai Rp3,3 miliar, SG$23.100, dan US$3.200 atau total sekitar Rp3,58 miliar, dan menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Sejauh ini, delapan orang yang sebelumnya dijerat KPK telah dijebloskan ke penjara dengan masa hukuman bervariasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, bpk

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top