Wartawan Dipukul Hingga Berdarah Saat Rekam Keributan di Polda Metro Jaya

Wartawan Sinar Pagi Haryawan menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (30/1/2019). Dia mendapat kekerasan setelah merekam situasi keributan anggota polisi dalam lingkungan kantor kepolisian tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  06:56 WIB
Wartawan Dipukul Hingga Berdarah Saat Rekam Keributan di Polda Metro Jaya
Wartawan Sinar Pagi Haryawan menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (30/1/2019). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wartawan Sinar Pagi Haryawan menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (30/1/2019). Dia mendapat kekerasan setelah merekam situasi keributan anggota polisi dalam lingkungan kantor kepolisian tersebut.

Peristiwa ini terjadi usai dirinya shalat Isya di Masjid Polda Metro Jaya malam tadi. Saat hendak pulang, Haryawan melihat keramaian anggota polisi dalam keributan. Saat itu dia langsung mengambil gambar video.

"Tapi begitu baru beberapa saat ambil video mereka bentak saya, "ambil gambar yah?" Saya bilang saya wartawan dari Sinar Pagi yang ngepos di Polda Metro Jaya sini. Tapi tetap saja mereka minta dihapus," katanya melalui keterangan kronologinya yang diterima Bisnis, Selasa (1/10/2019).

Haryawan yang terdesak terpaksa menghapus video yang telah direkam. Namun nahas sedang berusaha menghapus, sejumlah oknum polisi memukulnya secara beramai-ramai.

"Mereka memukul saya beramai-ramai. Mukul dari belakang, jenggut rambut saya, tonjok kenceng-kenceng, mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur," ceritanya.

Sembari mendapat kekerasan, Haryawan juga sempat diteriakan oleh oknum aparat untuk ditelanjangi. Dia kemudian berlari ke arah Humas Polda Metro Jaya untuk mendapat pertolongan.

"Untuk sementara demikian, karena kepala senut-senut, mata kanan darah masih netes-netes. HP dan kunci motor saya juga hilang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemukulan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top