Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Utamakan Resolusi Perang Dagang yang Rasional

Perang dagang yang melibatkan dua ekonomi terbesar dunia tersebut telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 September 2019  |  16:50 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menjelang dimulainya kembali perundingan dagang antara China dan Amerika Serikat, Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen menyampaikan bahwa Beijing mengharapakan perselisihan dapat diselesaikan secara tenang dan rasional.

Perang dagang yang melibatkan dua ekonomi terbesar dunia tersebut telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun.

Sepanjang waktu itu, baik China maupun AS saling memberikan sanksi tarif senilai ratusan miliar dolar terhadap barang impor masing-masing, yang mengguncang pasar keuangan dan mengancam pertumbuhan global.

Putaran baru perundingan tingkat tinggi ini diperkirakan akan dilaksanakan di Washington pada 10-11 Oktober, di mana pihak China akan dipimpin oleh penasihat ekonomi utama Presiden Xi Jinping, Wakil Perdana Menteri Liu He.

Wang, yang merupakan bagian dari tim perunding China dengan Amerika Serikat, mengatakan pada konferensi pers bahwa Liu akan berangkat ke Washington untuk agenda perundingan dagang selama sepekan setelah liburan Hari Nasional China, yang berakhir pada 7 Oktober.

"Saya berharap kedua belah pihak akan menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan ini. Kami percaya ini [solusi yang tercapai] akan bermanfaat bagi masyarakat dan dunia," ujar Wang, seperti dikutip melalui Reuters, Senin (30/9/2019).

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan taktik tekanan finansial baru yang radikal di Beijing, termasuk kemungkinan menghapus perusahaan-perusahaan China dari bursa saham A.S.

Sumber mengatakan kepada Reuters pada Jumat (27/9/2019) bahwa langkah itu akan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membatasi investasi A.S. ke perusahaan-perusahaan Cina, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran keamanan tentang kegiatan mereka.

China membalas kritik AS tentang kurangnya akses pasar bagi perusahaan AS, transfer teknologi paksa, dan buruknya perlindungan terhadap kekayaan intelektual.

Wang menegaskan bahwa China akan membuka lebih banyak sektor ekonomi bagi investor asing, dan kebijakannya melindungi hak-hak perusahaan asing di negara itu tidak akan berubah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top