Ogah ke Istana, BEM UNJ Minta Jokowi Hadir di Tengah Mahasiswa

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) menyatakan mahasiswa enggan bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi bila pertemuan dilaksanakan di Istana Negara.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 27 September 2019  |  08:01 WIB
Ogah ke Istana, BEM UNJ Minta Jokowi Hadir di Tengah Mahasiswa
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) menyatakan mahasiswa enggan bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi bila pertemuan dilaksanakan di Istana Negara.

“Teman-teman belum bisa menerima kalau kami diundang ke Istana, teman-teman tidak bisa ke sana,” kata Ketua BEM UNJ, Muhamad Abdul Basit saat dihubungi, Kamis (26/9/2019).

Basit mengatakan mahasiswa berharap Jokowi mau berdialog secara terbuka di hadapan mahasiswa-mahasiswa lainnya.

“Kami mengharapkan (presiden) mau hadir di tengah-tengah mahasiswa, untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan,” kata dia.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan mengundang perwakilan mahasiswa pada Jumat (27/9/2019).

Perwakilan yang diundang ialah mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi menolak pengesahan sejumlah rancangan Undang-Undang kontroversial dan revisi UU KPK.

Jokowi mengapresiasi sikap mahasiswa di sejumlah daerah yang menggelar aksi demo. Ia mengatakan masukan dari mahasiswa akan dijadikan catatan untuk memperbaiki Indonesia. Akan tetapi, Jokowi urung menyebutkan lokasi pertemuannya dengan mahasiswa.

“Besok, besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa, utamanya dari BEM,” kata dia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Meski begitu, Basit mengatakan BEM UNJ belum mendapatkan undangan resmi pertemuan dengan Jokowi. Ia mengatakan sejumlah badan eksekutif yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia juga belum menerima undangan tersebut.

Ia mengatakan undangan untuk bertemu presiden baru disampaikan secara lisan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko ketika perwakilan mahasiswa hadir dalam acara bincang-bincang di salah satu stasiun televisi swasta.

“Kalau surat undangan atau undangan langsung tidak ada, sudah saya tanyakan kawan-kawan lainnya tidak ada,” kata dia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, demo

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top