Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Kosultasi dengan Pemerintah Tunda RKUHP

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakat rapat badan musyawarah membahas tiga rapat paripurna terakhir jelang masa kerja habis. Salah satunya soal penundaan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 September 2019  |  13:58 WIB
DPR Kosultasi dengan Pemerintah Tunda RKUHP
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Pembangunan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengadakat rapat badan musyawarah membahas tiga rapat paripurna terakhir jelang masa kerja habis. Salah satunya soal penundaan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Pembangunan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan bahwa khusus RKUHP menunggu rapat konsultasi dengan Presiden Jokowi. 

"Mayoritas fraksi itu sepakat bahwa undangan untuk rapat konsultasi dengan Presiden pada siang hari ini itu kita penuhi," katanya di usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/9/2019). 

Arsul menjelaskan bahwa hasil pembahasan mereka tidak bisa diungkapkan lebih lanjut sebelum pertemuan dengan presiden usai.  Penundaan diminta Jokowi setelah publik mendesak agar RKUHP dikaji lebih dalam karena masih ada pasal-pasal yang tidak pro rakyat. 

Ada 14 pasal pasal yang Jokowi lihat perlu dicermati. Akan tetapi dia tidak merinci apa saja. 

Pertemuan antara legislatif dan eksekutif ini juga akan menentukan apakah penundaan berarti akan dibahas lagi oleh DPR periode ini atau 2019-2024. Di sisi lain periode 2014-2019 habis beberapa hari lagi. 

"Kan tidak bijak juga kalau belum kita diskusikan dengan Pak Presiden dan kemudian disampaikan kepada media," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr presiden
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top