OBITUARI : Selamat Jalan B.J. Habibie, Bapak Teknologi Indonesia

Presiden ketiga RI B.J. Habibie berkontribusi besar terhadap dunia teknologi Indonesia dan dunia, terutama di bidang aviasi dan aerospace.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 11 September 2019  |  19:32 WIB
OBITUARI : Selamat Jalan B.J. Habibie, Bapak Teknologi Indonesia
Presiden ketiga RI B.J. Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Innallillahi wa inna ilaihi rajiun. Indonesia kembali berduka.

Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18.05 WIB. 

Sebelum meninggal dunia, Habibie memang dirawat di rumah sakit tersebut sejak Minggu (1/9). Tidak disebutkan sakit yang diderita oleh tokoh bangsa tersebut. Pihak keluarga pun hanya menyebut beliau mengalami kelelahan karena aktivitas tinggi.

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Tanah Air, Habibie sempat menjadi Wakil Presiden (Wapres) mendampingi Soeharto, sekaligus menjadi wapres ketujuh sejak Indonesia merdeka. Setelah Soeharto turun, dia kemudian menduduki posisi Presiden hingga digantikan oleh Gus Dur pada Oktober 1999. Beliau pun menjadi presiden pertama yang bukan berasal dari etnis Jawa.

Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juli 1936, Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Dia lahir dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo. 

Namun, lama sebelum menjabat sebagai wapres maupun presiden, Habibie sudah dikenal luas di industri pesawat terbang internasional. Beliau memiliki segudang hak paten atas temuan di bidang konstruksi pesawat terbang. 

Kontribusinya yang sangat besar terhadap perkembangan teknologi di Indonesia, termasuk di sektor aviasi dan aerospace, membuatnya disebut-sebut sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Sebelum menjadi presiden dan pejabat di Indonesia, Habibie sempat bekerja di sebuah perusahaan penerbangan di Jerman pada 1973. Dia kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto.

Tiba di Tanah Air, Habibie langsung diberikan jabatan sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sejak 1978 hingga 1998. Gebrakannya saat menjabat sebagai menteri adalah mengimplementasikan Visi Indonesia.

Dia turut berkontribusi dalam pembentukan PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) yang dulu dikenal sebagai IPTN, dan PT PAL Indonesia (Persero). Berbagai upayanya kemudian berujung pada pembentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang berperan mendorong kemajuan teknologi di Indonesia.

Selain prestasinya yang dikenal sebagai tokoh yang mampu menciptakan kapal terbang, Habibie juga dikenal dengan kisah cintanya bersama sang istri, Hasri Ainun Besari.

Kisah cinta keduanya cukup tersohor hingga produser Hanung Bramantyo pun mengabadikan kisah cinta keduanya dalam film bertajuk Habibie & Ainun beberapa tahun lalu. Kisah cinta ini cukup menginspirasi kalangan muda.

Bersama Ainun, Habibie dikaruniai dua orang anak bernama Ilham Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Dengan berbagai prestasi yang dimiliki selama masa hidupnya, masyarakat Indonesia kehilangan salah satu anak bangsa yang paling berjasa. Selamat Jalan Pak Habibie. Jasamu tak lekang oleh waktu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
habibie

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top