Rasakan Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Jakarta 9 Oktober 2019

Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 September 2019  |  16:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang",karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.

Hari tanpa bayangan terjadi karena bidang ekuator Bumi / bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika / bidang revolusi Bumi, sehingga posisi Matahari dari Bumi akan terlihat berubah terus
sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS.

Hal ini disebut sebagai gerak semu harian  Matahari. Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2019 pukul  05.00 WIB dan 23 September 2019 pukul 14.51 WIB.

Adapun pada 21 Juni 2019 pukul 22.55 WIB Matahari berada di titik balik Utara (23,5o LU) dan pada 22 Desember 2018 pukul 11.21 WIB Matahari berada di titik balik Selatan (23,5o LS).

Menurut data BMKG, mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah  Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari  berada di khatulistiwa. Sebagai contoh untuk kota Pontianak yang tepat terbelah oleh garis khatulistiwa, kulminasi utamanya terjadi pada 21 Maret 2019 pukul 11:50 WIB dan pada  23 September 2019 pukul 11.35 WIB.

Adapun untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada
5 Maret 2019, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada  9 Oktober 2019, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.

Secara umum,  kulminasi utama di Indonesia terjadi terjadi antara 22 Februari di Seba, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April di Sabang, Aceh dan 8 September di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober  di Seba, Nusa Tenggara Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
matahari

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top