Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Meninggal Dunia di Singapura

Selama beberapa tahun terakhir, mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dirawat di Singapura.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 06 September 2019  |  14:03 WIB
Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Meninggal Dunia di Singapura
Robert Mugabe berpidato dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-90 di Marondera, timur Harare, Zimbabwe pada 2014. - Reuters/Phillimon Bulawayo

Bisnis.com, JAKARTA -- Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe meninggal dunia di Singapura dalam usia 95 tahun.

Kabar tersebut disampaikan Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa melalui akun Twitter resminya, Jumat (6/9/2019). Seperti dilansir Reuters, Mugabe telah dirawat di Negeri Singa selama beberapa tahun terakhir. Namun, tidak dijelaskan penyebab meninggalnya.

"Dengan kesedihan yang mendalam, saya mengumumkan meninggalnya bapak pendiri Zimbabwe dan mantan Presiden Cde Robert Mugabe," ujar Mnangagwa.

Pada November 2018, dia menyatakan Mugabe tak bisa lagi berjalan dan sudah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Saat itupun, tak dijelaskan penyakit apa yang diderita Mugabe.

Para pejabat negara Afrika itu pun hanya menyampaikan bahwa sang mantan presiden yang lengser karena kudeta militer pada November 2017 tersebut menderita katarak. Kabar bahwa Mugabe menderita kanker prostat seringkali dibantah.

Kepemimpinannya dimulai pada 1980, ketika dia menduduki posisi Perdana Menteri (PM) selama 7 tahun. Mugabe kemudian menjabat sebagai presiden sejak 1987 dan berada di posisi tersebut selama 30 tahun.

Sebelum Zimbabwe merdeka dari Inggris, dia merupakan salah satu pejuang anti rasialisme.

Pada masa-masa akhir pemerintahannya, Zimbabwe--yang sebelumnya bernama Rhodesia--mengalami kejatuhan ekonomi yang turut dipengaruhi oleh pengambilalihan paksa lahan-lahan pertanian milik warga kulit putih oleh warga kulit hitam. Hal itu mendorong turunnya pendapatan dari ekspor produk pertanian dan mengerek angka inflasi.

Ekonomi negara itu terpangkas lebih dari sepertiga pada 2000-2008, di mana tingkat pengangguran tumbuh hingga 80 persen dan hiperinflasi mencapai 500 miliar persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
zimbabwe

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top