Seekor Pongo pygmaeus Dipindahlokasikan ke Suaka Margasatwa Lamandau

Petugas membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengevakuasi satwa langka bernama latin Pongo pygmaeus itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2019  |  10:49 WIB
Seekor Pongo pygmaeus Dipindahlokasikan ke Suaka Margasatwa Lamandau
Orangutan - Ilustrasi

Bisnis.com, SAMPIT — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah berhasil melakukan translokasi orang utan seberat 90 kilogram di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengevakuasi satwa langka bernama latin Pongo pygmaeus itu.

"Translokasi itu harus dilakukan untuk memindahkan orang utan ke tempat yang lebih baik," kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah dikutip dari Antara, Rabu (4/9/2019).

Tindakan penyelamatan itu dilakukan di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara pada 30 Agustus lalu, tetapi baru dirilis BKSDA Kalimantan Tengah melalui akun media sosial mereka. Postingan itu pun mendapat tanggapan positif dari netizen.

Awalnya ada laporan dari warga bernama Tri bahwa ada orang utan berukuran besar berkeliaran di sekitar kebun sawit miliknya pada 29 Agustus.

Menurut Tri, orang utan itu sudah terlihat dalam 2 bulan di sekitar kebun miliknya.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh tim Wild Rescue Unit Seksi Konservasi Wilayah II BKSD Kalimantan Tengah bersama OF UK yang tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB. Tim harus bekerja keras menangkap orang utan jantan berusia 25 tahun tersebut.

Sekitar 2 jam atau pukul 01.00 WIB pada 30 Agustus, orang utan itu akhirnya berhasil dievakuasi setelah dilumpuhkan dengan tembakan bius.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, orang utan dibawa ke kantor SKW II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun. Akhir Agustus, orang utan ditranslokasi di Suaka Margasatwa Lamandau.

"Di lokasi ditemukannya orang utan itu kondisinya parah. Alih fungsi hutan jadi kebun, diperparah dengan kebakaran lahan. Otomatis, orang utan lari ke kebun warga karena relatif aman dari kebakaran dan ada makanan walaupun sebenarnya umbut sawit itu bukan makanan utama orang utan," kata Muriansyah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
orang utan, balai konservasi sumber daya alam

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top