5 Berita Terpopuler: Kenaikan Iuran Solusi Defisit BPJS Kesehatan dan 4 Fakta Kisruh Papua

Pertanyaan bisakah kenaikan iuran jadi solusi defisit BPJS Kesehatan menjadi berita terpopuler di Bisnis.com pada hari Jumat (30/8/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  12:47 WIB
5 Berita Terpopuler: Kenaikan Iuran Solusi Defisit BPJS Kesehatan dan 4 Fakta Kisruh Papua
Calon pasien menunggu antrean di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

1. Iuran Dinaikkan, Bisakah Jadi Solusi Defisit BPJS Kesehatan?

Keputusan pemerintah untuk menaikkan biaya iuran BPJS Kesehatan dianggap menjadi solusi yang tepat untuk menutup defisit.

Timboel Siregar selaku Kepala bidang Advokasi BPJS Watch mengatakan rencana pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan menjadi dua kali lipat memang harus dilakukan. Namun, adanya kenaikan iuran bagi peserta mandiri yang besar juga akan menjadi kontraproduktif.

Baca selengkapnya di sini.

2. Ditunjuk Menjadi Dirut BTN, Suprajarto Mengundurkan Diri

Direktur Utama terpilih hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Suprajarto memutuskan mengundurkan diri dari jabatan barunya.

Pengunduran diri ini disampaikan Suprajarto selang beberapa jam setelah RUPSLB BTN selesai dilakukan, Kamis (29/8/2019). Dalam pernyataannya, Suprajarto mengaku tidak pernah diajak bicara mengenai penetapan dirinya menjadi Direktur Utama BTN.

Baca selengkapnya di sini.

3. Cepat Merasa Lelah Ciri-Ciri Seseorang Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Sebuah penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang mudah lelah dengan latihan ringan memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung.

DIlansir dari Medical News Today, Kamis (29/8/2019) studi yang dipublikasikan di Journal of American Heart Association itu mengamati sekitar 625 orang dengan usia rata-rata 68 tahun dalam penelitian yang dilakukan.

Baca selengkapnya di sini.

4. Donald Trump akan Dimakzulkan Akhir 2019?

Tokoh progresif terkemuka di DPR AS meminta Kongres untuk mengintensifkan penyelidikan terhadap perilaku Presiden Donald Trump dengan tujuan untuk memutuskan apakah bisa memakzulkannya pada akhir tahun ini.

Anggota DPR Partai Demokrat Ro Khanna, yang merupakan wakil ketua Kaukus Progresif yang terdiri dari 98 anggota Kongres, mengatakan kepada wartawan bahwa banyak temuan mantan Penasihat Khusus Robert Mueller yang bisa dijadikan dasar untuk memakzulkan Presiden. Salah satu tuduhan pada Trump adalah keterlibatan pihak Rusia pada pemilihan presiden 2016.

Baca selengkapnya di sini.

5. 4 Fakta Kisruh Papua yang Patut Anda Tahu

Unjuk rasa di sejumlah daerah di Provinsi Papua berakhir ricuh kemarin, Kamis, 29 Agustus 2019. Kisruh Papua tersebut menimbulkan kerusakan material di Sentani, Abepura, Kotaraja, hingga Jayapura.

Demonstrasi memprotes tindakan rasialisme sejumlah anggota ormas dan aparat di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019.

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, btn, bri, solo, bpjs kesehatan, jantung, sertifikat tanah, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top