Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Istri Gus Dur Sebut Seleksi Capim KPK Banyak Persoalan Serius

Sinta mengatakan proses seleksi harus dilakukan secara profesional, objektif dan tidak cenderung kepada kepentingan salah satu pihak.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  19:36 WIB
Istri Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah Wahid (tengah). - ANTARA/Nova Wahyudi
Istri Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Sinta Nuriyah Wahid (tengah). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Proses seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023 dinilai masih menyisakan banyak persoalan serius.

Istri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah menilai persoalan serius tersebut mulai dari pihak Panitia Seleksi Capim KPK hingga para calon yang tersisa saat ini.

Sinta mengatakan proses seleksi harus dilakukan secara profesional, objektif dan tidak cenderung kepada kepentingan salah satu pihak.

"Sayangnya ada beberapa calon pimpinan yang dianggap tidak memenuhi kriteria tersebut tapi tetap diloloskan oleh Pansel," ujar Sinta dalam suatu diskusi di Gedung KPK pada Rabu (28/8/2019).

Menurut Sinta, KPK adalah ujung tombak dari upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, lembaga antirasuah harus dipimpin oleh orang-orang yang berintegritas.

Dengan demikian dia berharap perlu adanya upaya semua pihak untuk memastikan bahwa pimpinan KPK ke depan haruslah yang terbaik.

Dia mengaku khawatir apabila pimpinan yang terpilih nanti tak memiliki kualifikasi yang baik secara profesi, moral maupun intelektual akan menghambat upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air.

"Maka tidak hanya upaya pemberantasan korupsi akan tersendat, tetapi juga akan menjadi abuse of power atau penyelewangan kekuasaan," katanya.

Sebanyak 20 Capim KPK tengah menjalani proses wawancara dan uji publik di Kementerian Sekretariat Negara hingga Kamis (29/8/2019). Dari ke-20 nama itu, ada sejumlah nama yang menjadi sorotan lantaran diduga melanggar kode etik hingga tak patuh LHKPN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pansel KPK
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top