The Nature Conservancy Teliti Calon Ibu Kota Baru

The Nature Conservancy (TNC), organisasi sosial lingkungan Amerika Serikat yang bekerja untuk menjaga tanah dan air, tengah melakukan penelitian terhadap pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  01:57 WIB
The Nature Conservancy Teliti Calon Ibu Kota Baru
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - The Nature Conservancy (TNC), organisasi sosial lingkungan Amerika Serikat yang bekerja untuk menjaga tanah dan air, tengah melakukan penelitian terhadap pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Penasihat senior TNC Wahyudi Wardoyo mengatakan penelitian dilakukan dengan melihat kondisi alam di Kalimantan Timur untuk potensi pembangunan. Mereka menggunakan pendekatan pembangunan yang terencana.

"Ada toolsnya, kita sedang kembangkan itu di Kaltim. Kami akan share ke pemda (pemerintah daerah), pempus (pemerintah pusat) apa yang sudah kami lakukan," ujarnya usai menjadi pembicara dalam acara International Confererence of Indonesia Forester Researchers 2019 di IPB International Convention Center, Bogor, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dalam penelitian ini, pihaknya mengukur derajat sensifitas dari daerah tersebut. Yakni mulai dari aspek biodiversitas, biologi, hidrologi dan iringannya, termasuk aspek sosial.

Wahyudi mencontohkan, apabila biodiversitas di kawasan tersebut bagus namun malah dirombak, tentu sumber daya alamnya akan hilang.

"Kan ada derajat sensifitas tertentu sebaiknya kita hindari jangan diobrak-abrik. Ada itung-itungannya," sebut dia.

Sayangnya Wahyudi belum bisa membeberkan wilayah mana saja yang sensitif untuk pembangunan. Pun termasuk berapa luasnya.

Ia hanya menyebut bisa saja wilayah yang dianggap sensitif meluas karena penelitian terus berjalan.

Adapun penelitian ini kata Wahyudi semula tidak dalam rangka pemindahan ibu kota negara. "Awalnya kami membantu Kaltim dengan program green country. Bangun dengan ramah lingkungan. Kami salah satu NGO yang bantu," ungkapnya

Di sisi lain, dia menyambut baik jika pemerintah mengusung konsep forest city untuk ibu kota baru. Apalagi Indonesia sendiri dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dengan hutan hujannya yang cukup luas.

"5 persen luasnya tapi mengandung 50 persen biodeversitas, penyangga sistem kehidupan pangan, papan, energi, medicine, cultural, banyak inovasi baru berasal dari keragaman hayati," tutur Wahyudi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan konservasi, Ibu Kota Dipindah

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top