Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sistem Bandara KLIA Mati, 20 Penebangan Mengalami Delay

Siang ini, sebanyak 20 penerbangan mengalami penundaan terbang setelah sistem check-in dan bagasi Bandara Internasional Kuala Lumpur mengalami gangguan sejak Rabu lalu(21/08/2019).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  13:24 WIB
Sistem Bandara KLIA Mati, 20 Penebangan Mengalami Delay
Check-in counters KL International Airport - klia2info
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG - Siang ini, sebanyak 20 penerbangan mengalami penundaan terbang setelah sistem check-in dan bagasi Bandara Internasional Kuala Lumpur mengalami gangguan sejak Rabu lalu(21/08/2019).

20 penerbangan internasional tersebut termasuk penerbangan yang dioperatori oleh Emirates dan ANA.

Gangguan sistem ini terjadi di terminal utama dan terminal penerbangan berbiaya murah KLIA 2. Adapun, sistem yang terganggu a.l. informasi jadwal penerbangan, konter check-in, penanganan bagasi penumpang hingga koneksi Wifi.

Manajemen bandara, Malaysia Airports Holdings Bhd., mengungkapkan pihaknya telah memperbaiki sistem tersebut dan semua sistem sudah mulai berfungsi kembali sejak 10:41 waktu Kuala Lumpur, hari ini, Kamis (22/08/2019).

CEO AirAsia Group Bhd. Tony Fernandes mengambil video antrean panjang penumpang untuk melakukan pendaftaran penerbangannya di Terminal KLIA 2. Tony mengungkapkan kondisi ini merupakan keadaan yang terparah yang pernah dia saksikan.

Menurut Bloomberg, AirAsia tengah berada dalam konflik dengan Malaysia Airports terkait dengan tarif pelayanan penumpang.

Malaysia Airports sendiri hingga saat ini tidak memberikan alasan jelas dari penyebab gangguan sistem di bandara internasional tersebut. Saham perusahaan turun tipis sebesar 0,2% menjadi 8,53 ringgit pada pukul 11:48 waktu Kuala Lumpur. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuala lumpur malaysia

Sumber : Bloomberg

Editor : Akhirul Anwar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top