Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Menista Agama, Abdul Somad Minta Umat Islam Tak Menambah Kisruh

Penceramah Abdul Somad meminta umat Islam tak terprovokasi terkait beredarnya video potongan khotbah dia soal salib dan jin.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  09:08 WIB
Ustad Abdul Somad - youtube
Ustad Abdul Somad - youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Penceramah Abdul Somad meminta umat Islam tak terprovokasi terkait beredarnya video potongan khotbah dia soal salib dan jin. 

"Umat Islam jangan terprovokasi, pakar hukum akan melihat apakah saya melanggar aturan. Mari kita bersikap adil, saya tak mau melibatkan orang banyak," kata Somad di ketika ditanya wartawan seusai ceramah di Masjid Agung Medan pada Selasa (20/8/2019).

Somad kembali menegaskan bahwa ceramah itu terjadi tiga tahun lalu. Ia mengatakan pernyataan soal salib itu ia lontarkan untuk menjawab pertanyaan jamaah. 

"Saya berceramah di dalam masjid, di tengah umat Islam. Ada yang bertanya tentang patung, saya jawab sesuai hadis nabi, dilaporkan" katanya.

Somad menegaskan bahwa ceramah itu dilakukan di forum terbatas.

Abdul Somad mengatakan masalah yang sedang dihadapi sekarang tak akan menghentikan ia berceramah. Untuk itu, dia berpesan agar umat Islam tidak terprovokasi dan menambah kisruh suasana.

Abdul Somad diduga menista agama saat membahas salib dan jin ketika berkhotbah. Beberapa elemen masyarakat telah melaporkan Ustaz Abdul Somad ke polisi, karena dinilai menghina simbol agama Kristen dan Katolik.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penistaan agama Ustaz Abdul Somad

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top