Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri : Massa di Fakfak Bakar Objek Vital dan Pasar

Polri menyebutkan masyarakat Fakfak, Papua Barat, melakukan unjuk rasa serta membakar beberapa objek vital dan pasar terkait intimidasi pelajar Papua di Surabaya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  12:15 WIB
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal - Antara
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa diiringi pembakaran terjadi di Fakfak, Papua Barat. 

Polri menyebutkan masyarakat Fakfak, Papua Barat, melakukan unjuk rasa serta membakar beberapa objek vital dan pasar terkait intimidasi pelajar Papua di Surabaya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan unjuk rasa masyarakat Fakfak sudah dilakukan sejak pukul 09.00 waktu setempat.

Menurut Iqbal TNI-Polri tengah melakukan pendekatan persuasif kepada peserta aksi agar menenangkan diri dan tidak bertindak anarkis selama menyampaikan aspirasinya.

"Memang benar tadi pagi di Fakfak massa aksi melakukan pembakaran di beberapa objek vital dan pasar. Saat ini TNI-Polri mengambil langkah persuasif untuk mendekati masyarakat," tutur Iqbal, Rabu (21/8/2019).

Menurut Iqbal, TNI-Polri juga menggandeng tokoh masyarakat sekitar untuk menenangkan peserta aksi agar tidak melakukan aksi yang merusak, karena akan merugikan masyarakat Fakfak sendiri.

"Tokoh masyarakat sana mengingatkan massa agar tidak melakukan kegiatan anarkis, karena itu akan merugikan semua pihak," kata Iqbal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua polri
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top