5 Terpopuler Nasional, Perbedan Pola Penyebaran Hoaks antara Pilpres 2014 dengan 2019 dan Menghidupkan GBHN Dianggap Tidak Sejalan dengan Demokrasi

Perbedaan pola penyebaran hoaks antara Pilpres 2014 dan 2019 menjadi berita terpopuler di kanal Nasional Bisnis.com pada hari Selasa (20/8/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:58 WIB
5 Terpopuler Nasional, Perbedan Pola Penyebaran Hoaks antara Pilpres 2014 dengan 2019 dan Menghidupkan GBHN Dianggap Tidak Sejalan dengan Demokrasi
Calon Presiden Joko Widodo berorasi dalam acara Parahyangan Bersatu yang juga menjadi ajang silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan relawan Balad Jokowi di Aula Villa Istana Bunga, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

1. Ada Perbedaan Pola Penyebaran Hoax antara Pilpres 2014 dan 2019

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menilai pola penyebaran hoax atau berita bohong berbeda antara pada Pilpres 2014 dan 2019.

Presidium Mafindo Anita Wahid mengatakan penyebaran hoax mulai berlangsung pada Pilpres 2014. Kemudian dilanjutkan pada Pilkada DKI 2017. Penyebaran berlanjut pada 2018 dan terakhir di Pilpres 2019.

Baca selengkapnya di sini.

2. Abdul Somad Diduga Menista Agama, Ahok: Pengkritik Salib Tak Paham Filosofi

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan orang-orang yang mengkritik salib berarti tidak memahami filosofinya.

“Bagi kami salib itu lambang kemuliaan Allah. Jadi kalau salib digituin oleh orang-orang yang tidak paham, bagi kami tidak masalah,” kata Basuki seusai menjadi pembicara seminar kebangsaan bertajuk ‘Dari Aku untuk Indonesiaku’ di Auditorium Q Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin (19/8/2019).

Baca selengkapnya di sini.

3. Ini yang Membuat Orang Papua Marah

Istana Kepresidenan meminta aparat keamanan untuk bertindak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan tindakan pelanggaran hukum, termasuk oknum-oknum yang melakukan provokasi.

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya mengatakan oknum-oknum ormas yang berada di balik provokasi penyerangan asrama di Surabaya dan Malang harus ditindak secara hukum.

Baca selengkapnya di sini.

4. JK: Menghidupkan GBHN tak Sejalan dengan Pemilihan Presiden Langsung

Rencana menghidupkan kembali garis besar haluan negara atau GBHN tidak sejalan dengan semangat pemilihan presiden dan wakil secara langsung.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan dalam kontestasi pemilihan presiden secara langsung, maka esensi pilihan masyarakat atas satu calon dibandingkan calon presiden lainnya terletak pada janji kampanye dan bagaimana akan merealisasikannya.

Baca selengkapnya di sini.

5. Setelah Bertemu PDIP dan PPP, Prabowo Cari Waktu Bertemu Parpol Lain

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu secara resmi dengan Presiden Joko Widodo seusai pilpres. Prabowo juga telah bertemu dengan dua partai koalisi pendukung Jokowi, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan Prabowo direncanakan akan menemui partai lain. Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, ahok, jusuf kalla, papua, gerindra, ppp, prabowo subianto, GBHN, Pilpres 2019, Ustaz Abdul Somad

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top