Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah India Buka Sebagian Akses Telepon, Kashmir Masih Tegang

Ketegangan di Kashmir terjadi setelah pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mencabut status khusus atas negara bagian itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 17 Agustus 2019  |  20:29 WIB
Aparat keamanan India berjaga di dekat kawat berduri yang dijadikan blokade jalan setelah Pemerintah India mencabut status khusus atas Kashmir di Srinagar, India, Rabu (7/8/2019). - Reuters/Danish Ismail
Aparat keamanan India berjaga di dekat kawat berduri yang dijadikan blokade jalan setelah Pemerintah India mencabut status khusus atas Kashmir di Srinagar, India, Rabu (7/8/2019). - Reuters/Danish Ismail

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah India membuka akses telepon bagi sebagian warga Kashmir, yang ditutup setelah status khusus atas negara bagian itu dicabut pada pekan lalu.
 
Selain itu, layanan jaringan ponsel pun sudah bisa digunakan di daerah Jammu, yang dihuni mayoritas Hindu. Secara keseluruhan, Kashmir didominasi oleh penduduk Muslim.
 
Meski demikian, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/8/2019), situasinya masih belum normal. Menurut sumber Reuters, ketegangan masih terasa terutama di kota utama, yaitu Srinagar, dan dua kota lainnya.
 
Masih belum ada tanda-tanda kapan jaringan internet dan ponsel bisa sepenuhnya dinikmati lagi di seluruh Kashmir. Toko-toko pun terlihat masih tutup.
 
Lebih dari 500 politikus, tokoh masyarakat, dan aktivis juga masih ditahan. Beberapa di antaranya bahkan dipenjara di negara bagian lain. 
 
Pada Senin (5/8), pemerintahan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mencabut status khusus yang telah disematkan kepada Kashmir selama 7 dekade. Kebijakan ini diklaim diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kashmir serta mendorong integrasi daerah itu dengan wilayah India lainnya.
 
Dengan status khusus tersebut, masyarakat Kashmir memiliki regulasi sendiri yang terpisah dari New Delhi, termasuk soal properti. Pemerintah pusat hanya mengatur hal-hal yang sensitif, misalnya yang berkaitan dengan keamanan nasional. 

Kashmir berada di utara India dan berbatasan langsung dengan Pakistan serta China. Pakistan dan India sering terlibat konflik terkait daerah ini karena keduanya saling mengklaim kepemilikan atas Kashmir, yang dikenal dunia karena sering menjadi lokasi syuting film.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top