Miliarder Hong Kong Li Ka-shing Minta Kerusuhan Dihentikan Atas Nama Cinta

Miliarder ternama Hong Kong Li Ka-shing akhirnya lantang bersuara. Ia mendesak para demonstran untuk menghentikan aksi protes dengan berlandaskan pada kecintaan mereka.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:41 WIB
Miliarder Hong Kong Li Ka-shing Minta Kerusuhan Dihentikan Atas Nama Cinta
Li Ka Shing - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Miliarder ternama Hong Kong Li Ka-shing akhirnya lantang bersuara. Ia mendesak para demonstran untuk menghentikan aksi protes dengan berlandaskan pada kecintaan mereka.

“Cinta kebebasan, cinta toleransi, cinta supremasi hukum,” ujar orang terkaya di Hong Kong ini dalam iklan yang ditempatkan di halaman depan beberapa surat kabar lokal pada Jumat (16/8/2019). Ia kemudian membubuhkan tanda tangan dalam iklan tersebut sebagai “warga negara Hong Kong”.

“Cintai China, cintai Hong Kong, cintai dirimu sendiri. Alasan terbaik dapat mengarah pada hasil terburuk. Hentikan kemarahan atas nama cinta,” lanjutnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Pesan dari taipan berusia 91 tahun itu adalah yang teranyar dari serangkaian permintaan para miliarder kota Hong Kong kepada para demonstran. Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa telah meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Namun, tidak seperti beberapa rekannya, Li berhenti mengutarakan dukungannya untuk pemerintah Hong Kong dan pemimpinnya, Carrie Lam. Lam menghadapi tuntutan untuk mengundurkan diri dari para demonstran.

Demonstrasi yang dimulai pada awal Juni untuk menentang usulan RUU ekstradisi dari wilayah itu ke China telah meluas menjadi gerakan melawan langkah pengetatan pemerintah China atas kota tersebut.

Lebih dari sepekan berlalu, belum juga ada tanda-tanda berakhirnya kerusuhan. Spekulasi merebak bahwa China akan mengirim pasukannya setelah media pemerintah menunjukkan rekaman video pertemuan polisi paramiliter di Shenzhen, tepat di seberang perbatasan daratan.

Dalam sebuah pernyataan terpisah pada Jumat, seorang juru bicara Li mengatakan bahwa pengusaha itu percaya kemakmuran jangka panjang Hong Kong tergantung pada prinsip "satu negara, dua sistem”. Ia ingin penduduk Hong Kong menghargai prinsip itu dan menghentikan kekerasan.

Meski tema yang diangkat dalam pesan Li mengandung cinta dan kedamaian, media sosial setempat menyuarakan makna delapan karakter tradisional Tiongkok yang ia gunakan dalam seruannya yang berasal dari puisi zaman dinasti Tang.

Di jejaring sosial China Weibo, "Li Ka-shing voiced out" menjadi salah satu topik hangat. Banyak warganet yang membahas bagaimana menafsirkan pesannya. Beberapa unggahan berpendapat Li sengaja menuliskan pesan ambigu untuk menenangkan Beijing dan para pendemo.

Mingpao, sebuah surat kabar Hong Kong, mengatakan Li menggunakan puisi itu untuk menyampaikan bahwa terlepas dari pandangan politik mereka, orang-orang perlu berhenti menyakiti Hong Kong dan bertindak demi kepentingan kota.

Namun surat kabar tersebut mengatakan pesan Li juga bisa berarti bahwa mereka yang berkuasa harus berhenti menganiaya warga.

Sosok Li mencerminkan kebangkitan taipan China di Hong Kong. Sebagai pengungsi ke kota itu, ia melesat dari seorang penyapu lantai pabrik saat remaja ke puncak pemimpin bisnis di Hong Kong. Bisnisnya beraneka rupa. Ia membangun gedung pencakar langit, menyediakan layanan telepon seluler, dan mengontrol pelabuhan di seluruh dunia.

Dengan kekayaan bersih senilai US$27 miliar, ia pensiun sebagai pimpinan CK Hutchison Holdings Ltd. dan CK Asset Holdings Ltd. pada Mei 2018, kemudian menyerahkan kendalinya kepada putra sulungnya Victor Li.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top