Kerusuhan Berlanjut, Saham Hong Kong Terus Merosot

Saham Hong Kong terus jatuh di tengah tekanan baru setelah pengunjuk rasa menghentikan operasional bandara pada Senin (12/8/2019), menyoroti kejatuhan ekonomi selama beberapa pekan terakhir bersamaan dengan demonstrasi anti pemerintah yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  12:24 WIB
Kerusuhan Berlanjut, Saham Hong Kong Terus Merosot
Bandara Hong Kong dibuka sehari setelah penerbangan dihentikan karena protes, di Bandara Internasional Hong Kong, Cina 13 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Saham Hong Kong terus jatuh di tengah tekanan baru setelah pengunjuk rasa menghentikan operasional bandara pada Senin (12/8/2019), menyoroti kejatuhan ekonomi selama beberapa pekan terakhir bersamaan dengan demonstrasi anti pemerintah yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Indeks Hang Seng turun sebanyak 1,7% pada hari ini, karena akibat pembatalan penerbangan keluar di Bandara Internasional Hong Kong yang masih terus berlanjut meskipun operasional telah kembali berjalan pascaaksi demonstrasi.

Saham-saham bank, pengembang dan bisnis kasino adalah mereka yang mengalami penurunan paling dalam.

Indeks saham terkait properti merosot 1,7% pada pukul 11:26 waktu setempat, sedangkan penghitungan Bloomberg untuk saham kasino di Makau turun 2,4%.

Sementara itu, saham Cathay Pacific Airways Ltd. jatuh ke level terendah dalam 1 dekade terakhir sebesar 5,4% pada Senin (12/8/2019), menyusul teguran keras dari Beijing.

Dilansir melalui Bloomberg, demonstran berpakaian hitam memenuhi Bandara Internasional Hong Kong dan menyebabkan gangguan terbesar di kota tersebut sejak aksi protes dimulai pada Juni.

Indeks Hang Seng China Enterprises telah mengalami penurunan lebih dari 16% sejak menguat pada April, pelemahan ini membuat indeks tersebut tidak jauh dari risiko pasar bearish teknis.

Adapaun, Indeks MSCI Hong Kong telah jatuh lebih dari 14% sejak puncaknya baru-baru ini pada 19 Juli.

Ancaman dari perang dagang dan kerusuhan yang berlangsung salam berpekan-pekan telah menunjukkan dampaknya pada pasar properti, serta mempengaruhi jumlah wisatawan, hunian hotel dan penjualan ritel.

Di samping itu, yuan yang melemah adalah faktor lain yang perlu dikhawatirkan karena pengaruhnya dapat mengurangi minat belanja wisatawan dari mainland dan menekan pendapatan perusahaan yang mengandalkan pasar China.

Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa keuntungan dari anggota Indeks Hang Seng diperkirakan mengalami penurunan terbesarnya tahun ini sejak krisis keuangan global.

“Sepertinya situasinya akan semakin buruk. Bersamaan dengan risiko resesi global yang lebih tinggi dari perang dagang AS-China, Indeks Hang Seng kemungkinan akan mengalami penurunan 5%-10%," kata Airy Lau, direktur investasi di Fair Capital Management Ltd., seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (13/8/2019).

Saham Swire Properties Ltd., operator pusat perbelanjaan dan hotel di kota tersebut turun 2,2%, di mana kerugiannya sejak 10 Juni tercatat mencapai 23%

Adapun, MTR Corp, yang dianggap sebagai salah satu saham teraman di Hong Kong sebelum protes dimulai, turun sebanyak 3,7%.

Investor mainland telah memanfaatkan kemerosotan dalam ekuitas yang terdaftar di Hong Kong dengan membeli saham melalui tautan pertukaran (exchange links) setiap hari, sepanjang bulan ini.

Mereka membeli senilai US$289 juta saham Hong Kong pada Senin (12/8/2019), bahkan ketika pasar-pasar di mainland tengah menguat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo Hong Kong

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top