Kapolri Minta Bantuan Panglima TNI Tangkap Tangan Pembakar Lahan

Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta bantuan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto agar dapat membantu menangkap tangan pelaku pembakar lahan sebagai bagian menimbulkan efek jera.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  06:00 WIB
Kapolri Minta Bantuan Panglima TNI Tangkap Tangan Pembakar Lahan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) disambut Gubernur Riau Syamsuar (kedua kanan) dan Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, saat tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, di Pekanbaru, Riau, Senin (12/8/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta bantuan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto agar dapat membantu menangkap tangan pelaku pembakar lahan sebagai bagian menimbulkan efek jera.

"Di atas 90 persen penyebab (karhutla) akibat ulah manusia. Artinya disengaja. Seperti melakukan land clearing (pembersihan lahan dengan membakar)," kata Karnavian yang mendampingi Tjahjanto saat melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, Senin (12/8/2019) malam.

Tito mengatakan upaya penanggulangan kebakaran hutan-lahan dalam jangka pendek adalah penegakan hukum. Dia telah menugaskan jajaran polda di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan yang kini terbakar hutan dan lahannya untuk melakukan tindakan tegas. Tidak hanya dari perorangan, namun juga korporasi.

Selain itu, sebagai upaya menimbulkan efek jera para pelaku pembakaran lahan yang hingga kini masih terus terjadi, dia meminta bantuan Tjahjanto agar prajurit yang tengah melaksanakan pemadaman atau patroli menangkap tangan jika menemukan pelakunya.

"Setiap orang boleh (melakukan penangkapan). Termasuk juga saya minta kepada bapak panglima TNI kalau tertangkap tangan boleh dan terus diserahkan ke penyidik kepolisian setempat," ujarnya.

"Kita ingin agar ada tindakan lebih tegas baik kepada perorangan maupun korporasi supaya ada efek jera," lanjutnya.

Sementara itu, Tjahjanto menyatakan siap membantu polri dalam melakukan penegakan hukum Karhutla agar bencana yang terus berulang setiap tahun saat musim kering itu bisa diatasi.

"Kami mendukung Polri untuk langkah penegakan hukum," kata dia.

Polda Riau sendiri sejauh ini menyatakan telah menetapkan 27 tersangka pembakar lahan. Mereka semua berasal dari berbagai daerah di Riau yang diproses sejak awal 2019 hingga Agustus ini. Terakhir, Polda Riau turut menetapkan satu PT SSS (Sumber Sawit Sejahtera), yang juga berlokasi di Pelalawan sebagai tersangka secara korporasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapolri, panglima tni, Karhutla

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top