Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Putusan WTO Soal Impor Ayam, Wapres JK : Pemerintah Siapkan Kebijakan Nontarif

Dalam era perdagangan bebas, banjirnya produk impor tidak dapat dibendung secara aturan. Namun dapat dikendalikan melalui kebijakan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  17:59 WIB
Pedagang menyusun ayam potong di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang menyusun ayam potong di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia akan menerapkan kebijakan nontarif untuk membendung masuknya ayam impor dari Brasil.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan setelah putusan World Trade Organization (WTO)  yang mengalahkan Indonesia, maka masuknya ayam impor dari negara latin tidak dapat dilarang.

"Bahwa kadang-kadang tidak bisa dilarang secara aturan, bisa dikurangi dengan kebijakan nontarif," kata Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurut JK, dalam era perdagangan bebas maka banjirnya produk impor tidak dapat dibendung secara aturan. Namun dapat dikendalikan melalui kebijakan.

"Jangan lupa. Silakan saja [pengusaha impor]. Kalau kita tidak mau [beli setelah diimpor], mau apa?," katanya.

Jusuf Kalla yang masa mudanya menjadi pengendali bisnis Group Bukaka ini menyebutkan impor akan membuat harga ayam anjlok. Harga ayam sendiri sudah sensitif semenjak lama bahkan ketika dirinya menjadi Menteri Perdagangan.

"Tidak mengimpor saja harga ayam jatuh. Apa lagi kalau [ditambah impor] dari luar," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla ayam peternak ayam
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top