Setelah Jokowi, Bakal Muncul Selera Baru di Pemilu 2024

Pengamat politik M Qodari mengatakan setiap pemilu memiliki tipikal sendiri sendiri, begitu juga pemimpin yang muncul.
Ema Sukarelawanto
Ema Sukarelawanto - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  21:54 WIB
Setelah Jokowi, Bakal Muncul Selera Baru di Pemilu 2024
Petugas memanggul kotak suara menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) terpencil di Dusun Nampu, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2019). KPPS harus memutar melewati Kabupaten Nganjuk sepanjang 30 kilometer dan harus menyeberangi sungai untuk sampai di Dusun Nampu. - ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Bisnis.com, DENPASAR — Perebutan suara dalam pemilu 5 tahun mendatang sudah dipastikan didominasi para generasi muda sebagai pemilih pemula.

Pengamat politik M Qodari mengatakan setiap pemilu memiliki tipikal sendiri sendiri, begitu juga pemimpin yang muncul.

“Kita belum tahu selera pemilih pemula 5 tahun yang akan datang,” katanya, Kamis (8/8/2019).

Menurut Direktur Indo Barometer ini setiap masa memiliki tipologi tersebdiri, misalnya Pemilu 2004 pilihan jatuh kepada figur yang gagah, tampan, rapi, dan bertutur teratur. Hasilnya, terpilihlah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada Pemilu 2014 bukan lagi yang tinggi besar dan gagah, tetapi figur yang merakyat. “Ya, yang pidato nggak pinter amat, tapi kerjanya nyata dan bergaung ke seluruh wilayah negara.”

Figur yang muncul tersebut, lanjut Qodari, ternyata merupakan pilihan rakyat, bahkan Jokowi memenangi dua kali pilpres.

“Setelah Jokowi memimpin 10 tahun, kemungkinan bakal muncul tipologi masyarakat dengan selera yang baru. Kita tak tahu, seperti apa itu,” katanya.

Jika melihat kemunculan SBY dan Jokowi yang hanya sekitar setahun sebelum pemilu, Qodari mengajak menunggu sekitar setahun-dua tahun menjelang Pemilu 2024 untuk mengetahui kecenderungan tipologi.

“Kalau sekarang mau ngomong seperti apa, sih, terlalu dini. Tunggulah sekitar 2022-2023,” katanya.

Kader PDI Perjuanganyang juga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan untuk ke depan pengelolaan teknologi dan generasi milenial sangat strategis.

Ia menyebut sekitar 45 juta anak usia 12-14 tahun saat ini akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2024 yang perlu dibidik sejak awal.

Kata dia pemilu 5 tahun mendatang akan didominasi oleh pemilih mula, yang tentau dari kalangan muda yang berenergi dan dinamik.

Oleh karenanya, dalam Kongres V PDI Perjuangan ini hal tersebut tak luput dari pembahasan di antaranya dalam agenda Komisi Tata Kelola Partai yang akan bersidang Jumat (9/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu, presiden

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top