Pesan Mbah Moen Kepada Gus Yasin : Sinergi dengan Ganjar, Jateng Harus Berubah

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, bertolak ke Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019). Putra almarhum KH. Maimoen Zubair itu berangkat untuk berziarah dan berdoa di pusara ayahandanya, Mbah Moen, yang meninggal di Makkah pada Selasa (6/8/2019).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  16:49 WIB
Pesan Mbah Moen Kepada Gus Yasin : Sinergi dengan Ganjar, Jateng Harus Berubah
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi rumah Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, bertolak ke Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019). Putra almarhum KH. Maimoen Zubair itu berangkat untuk berziarah dan berdoa di pusara ayahandanya, Mbah Moen, yang meninggal di Makkah pada Selasa (6/8/2019).

Sesaat sebelum berangkat ke Makkah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui Gus Yasin di rumah dinasnya, Jl Rinjani Nomor 1 Kota Semarang. Keduanya berbincang empat mata sekitar 10 menit sebelum Gus Yasin meninggalkan rumah dinas dan berangkat ke Bandara Ahmad Yani Semarang.

Saat di Bandara, Gus Yasin mengatakan mendapat pesan khusus dari KH Maimoen Zubair untuk Jawa Tengah. Ulama kharismatik sekaligus ayahandanya itu berpesan agar Gus Yasin dan Ganjar Pranowo sebagai pemimpin di Jawa Tengah terus bersinergi, membawa perubahan untuk Jawa Tengah yang lebih maju.

Pesan itu disampaikan KH. Maimoen Zubair kepada Gus Yasin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Gus Yasin tidak menyangka, pesan itu adalah wejangan terakhir sang ayah untuk dirinya.

"Beliau pesan agar saya selalu bersinergi dengan Mas Ganjar dan pemerintah pusat. Beliau menginginkan Jawa Tengah berubah menjadi lebih maju dan masyarakatnya sejahtera," kata Gus Yasin.

Selain untuk Jawa Tengah, Mbah Moen lanjut Gus Yasin juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pesannya sederhana, yakni agar selalu menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi falsafah Bhineka Tunggal Ika.

"Saat menyampaikan pesan itu, saya ingat betul Abah mencontohkan bagaimana beliau mengapresiasi pertemuan antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, juga pertemuan Pak Prabowo dengan Bu Megawati. Menurut beliau, hal semacam itu penting untuk menjaga kebersamaan dan kebhinekaan," tutur Gus Yasin.

Gus Yasin mengatakan memiliki kenangan khusus sebelum KH. Maimoen Zubair meninggal. Saat mengantar keberangkatan untuk ibadah haji, Gus Yasin melihat ada yang janggal dengan sikap Mbah Moen.

"Saat saya antar sampai Garbarata, saya minta doa ke beliau. Beliau hanya diam dan memandang saya lama sekali, sampai beberapa menit. Beliau ingin menangis, kemudian berkata lirih, ya saya doakan. Itu terakhir saya bertemu beliau," terang Gus Yasin.

Di luar itu, Gus Yasin mengucapkan banyak terima kasih kepada presiden, para menteri, para pejabat, jajaran instansi pemerintahan dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan almarhum KH. Maimoen Zubair. Ia juga mengucapkan terimakasih secara khusus kepada Ganjar karena telah memberikan suport pada dirinya dan keluarga.

"Terima kasih kami ucapkan untuk semuanya, terima kasih Mas Ganjar, semoga amal ibadah panjenengan semua dibalas oleh Allah. Kami juga minta didoakan agar keluarga diberi ketabahan untuk menghadapi ujian ini," kata Gus Yasin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obituari

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top