Setiap Tahun, Pemerintah Arab Saudi Undang Mbah Moen Berhaji

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, kiai karismatik Maimoen Zubair alias Mbah Moen mendapatkan undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi untuk berhaji setiap tahun.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  13:03 WIB
Setiap Tahun, Pemerintah Arab Saudi Undang Mbah Moen Berhaji
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri), KH Maimun Zubair (ketiga kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) saat hadir dalam Haul Gus Dur ke-9 di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Kiai karismatik KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen wafat di Mekah pada hari Selasa (6/8/2019) dalam usia 90 tahun saat sedang menjalankan ibadah haji. - ANTARA/ARSI

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, kiai karismatik Maimoen Zubair alias Mbah Moen mendapatkan undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi untuk berhaji setiap tahun.

Itu sebabnya kata Arsul, tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU)  itu rutin beribadah ke tanah suci.

"Setiap tahun diundang terus oleh Pemerintah Arab Saudi. Diundang khusus, bukan karena kemudian menggunakan kuota sehingga melompati orang yang antre puluhan tahun, enggak begitu," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Maimun Zubair meninggal di Mekkah, Arab Saudi Selasa (6/8/2019), pada pukul 04.17 waktu setempat.

Mbah Moen meninggal di Rumah Sakit Annur, Makkah, Arab Saudi. Menurut Sholeh Mahmoed Nasution atau Ustaz Solmed yang bersama Mbah Moen, kiai berusia 90 tahun itu dilarikan ke rumah sakit setelah tiba-tiba tak sadarkan diri saat sedang berwudu untuk menjalankan salat tahajud dini hari tadi.

Jenazah Mbah Moen disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di kawasan pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi.

Menurut Arsul, selain keputusan keluarga, ada pula permintaan ulama Makkah agar Maimun dikuburkan di tanah suci.

"Ulama di sana juga meminta. Mbah Moen itu dulu mondok (pesantren) di Makkah sana," kata Arsul.

Arsul mengimbuhkan, kepergian Maimun memang terjadi secara tiba-tiba. Meski sudah sepuh, kiai berusia 90 tahun itu tak mengalami sakit menjelang hari-hari terakhirnya.

"Baru tiga hari lalu dikawal mencium hajar aswad. Memang sehat, enggak sakit," kata Arsul.

Hajar aswad ialah batu yang dalam kepercayaan umat Islam diyakini berasal dari surga.

Di media sosial belakangan ini juga beredar video kegiatan Mbah Moen saat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Misalnya video yang diunggah aktivis Nahdlatul Ulama Syukron Amin, yang menunjukkan aktivitas Maimun sedang tawaf.

"Mbah Moen sedang tawaf (berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali). Hampir tiap tahun, beliau selalu berhaji. Ya Allah, panjangkanlah usia panutan kami dan jagalah fisiknya, agar dapat membimbing kami semua," demikian cuitan Syukron Amin, @syukronamin pada 1 Agustus lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji, Mbah Moen, pbnu

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top