Seleksi ASN : Tenaga Administratif Dikurangi, Tenaga Teknis dan Fungsional Diperbanyak

Jumlah pegawai negeri di Indonesia mencapai 4.287.526 pegawai per 30 Juni 2019.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  12:40 WIB
Seleksi ASN : Tenaga Administratif Dikurangi, Tenaga Teknis dan Fungsional Diperbanyak
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin. - JIBI/Abdullah Azzam

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah menyatakan akan terus mengurangi penerimaan aparatur sipil negara (ASN) dalam kualifikasi administrasi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Syafruddin menuturkan per 30 Juni 2019 jumlah pegawai negeri di Indonesia mencapai 4.287.526 pegawai.

Dari jumlah ini 49% merupakan pegawai dengan kelamin laki-laki sedangkan 51% lainnya merupakan perempuan.

"Dari jumlah ini 39% merupakan tenaga administratif," kata Syafruddin di Istora Senayan Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, rasio jumlah tenaga administrasi ini masih terlalu besar. Meski tidak menyebutkan target penurunan jumlah, Syafruddin memastikan pemerintah merancang jumlahnya akan terus menurun.

"Memang perlu restrukturisasi agar [ke depan ASN] didominasi oleh tenaga teknis, dan fungsional sehingga mendukung [pembangunan nasional]," katanya.

Berdasarkan data Kementerian PANRB, saat ini dari jumlah ASN yang ada sebanyak 35% merupakan pegawai fungsional dengan jabatan guru. Sisanya 15% merupakan tenaga teknis yang didalamnya termasuk tenaga kesehatan. Selebihnya 11% merupakan struktural.

Ia menyebutkan pemerintah telah melalukan penerimaan terbesar pada 2018 lalu. Dari 238.015 posisi yang dibuka, pemerintah telah merekrut 180.624 pegawai yang terdiri dari 164.783 melalui jalur umum dan 15.841 melalui formasi khusus.

Mantan pensiunan Jenderal Polisi ini menambahkan untuk jalur umum, nilai tertinggi diperoleh oleh Siti Riza Azmiayati dengan skor kelulusan 444.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenpan rb, aparatur sipil negara, ASN

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top