Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Hong Kong Biarkan Triad Serang Pendemo

Serangan itu terjadi tadi malam saat kekerasan yang membuka front baru dalam krisis politik Hong Kong terjadi akibat dipicu oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Ektradisi. RUU itu nantinya akan memungkinkan mengirim warga Hong Kong ke China daratan untuk diadili.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  15:45 WIB
Polisi antihuruhara bentrok dengan demonstran antiekstradisi setelah pawai menyerukan reformasi demokratis di Hong Kong, China 21 Juli 2019. - Reuters
Polisi antihuruhara bentrok dengan demonstran antiekstradisi setelah pawai menyerukan reformasi demokratis di Hong Kong, China 21 Juli 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Parlemen Hong Kong menyatakan polisi membela tindak kekerasan gang Triad yang menyerang kereta api yang ditumpangi pelaku aksi demo anti pemerintah.

Serangan itu terjadi tadi malam saat kekerasan yang membuka front baru dalam krisis politik Hong Kong terjadi akibat dipicu oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Ektradisi. RUU itu nantinya akan memungkinkan mengirim warga Hong Kong ke China daratan untuk diadili.

Beberapa politisi dan aktivis telah lama menghubungkan jaringan geng kriminal Triad Hong Kong dengan intimidasi dan kekerasan politik dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Minggu (21/7) malam, orang-orang dengan kaus putih dan beberapa di antaranya bersenjatakan tongkat, membanjiri stasiun kereta api Yuen Long. Mereka menyerbu sebuah kereta dan menyerang penumpang, menurut rekaman yang diambil oleh pihak manajemen kereta api komuter dan anggota parlemen dari Partai Demokrat Lam Cheuk-ting.

Saksi mata mengatakan mereka tampaknya menargetkan penumpang berbaju hitam yang telah melakukan aksi demo anti-pemerintah. Serangan itu terjadi setelah beberapa ribu aktivis mengepung kantor perwakilan China di Hong Kong yang kemudian bentrok dengan polisi.

Lam, yang terluka dalam serangan itu, mengatakan sangat marah dengan respons polisi yang lambat setelah dia memberi tahu mereka tentang masalah tersebut, menurut laporan penyiar radio RTHK seperti dikutip Reuters, Senin (22/7/2019).

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Dia mengatakan polisi membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk sampai di lokasi serangan. Mereka dinilai gagal melindungi publik dan membiarkan Triad merajalela.

“Apakah Hong Kong sekarang mengizinkan Triad untuk melakukan apa yang mereka inginkan, memukuli orang-orang di jalan dengan senjata?” katanya mempertanyakan.

Seorang pekerja pemerintah, berusia 22 tahun, menggambarkan adegan kacau ketika orang-orang berlarian keluar dari kereta dan  ada kabar bahwa gangster juga menyerang orang-orang di jalan.

“Orang-orang mulai berlari ke segala arah, hanya menghindari para gangster,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top