Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WNI Jadi Korban Perdagangan Manusia Berkedok Pernikahan, Menlu Panggil Dubes China

15 orang WNI jadi korban perdagangan manusia berkedok pernikahan di China. Delapan orang sudah kembali ke Indonesia dan masih ada dua orang yang berada di KBRI
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  19:17 WIB
Sejumlah perempuan yang nyaris menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia menutupi mukanya dengan cadar.  - Bisnis.com
Sejumlah perempuan yang nyaris menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia menutupi mukanya dengan cadar. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi mengungkapkan pihaknya sudah membahas persoalan perdagangan manusia yang berkedok pernikahan antara Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara China di China dengan Duta Besar China.

“Kita berdiskusi panjang mengenai kasus yang menimpa sejumlah wanita Indonesia yang sedang menunggu dipulangkan ke Indonesia, tapi prosesnya cukup lama. Setelah kita melihat kenapa proses pemulangan yang terkait otoritas Tiongkok ini memakan waktu yang sangat lama, itu terjadi karena adanya perbedaaan melihat isu itu,” katanya di Istana Kepresidenan, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan penelusuran Kementerian Luar Negeri, pengiriman sejumlah WNI perempuan untuk menikah dengan lelaki asal China di China patut diduga sebagai sebuah praktik perdagangan manusia.

“Sekali lagi ini dugaan, perlu pendalaman, tapi sudah ada beberapa bukti yang menguatkan dugaan tersebut,” tekannya.

Di lain pihak, Retno menjelaskan pemerintah China cenderung melihat persoalan tersebut sebagai masalah keluarga. Artinya, ada keterbatasan dalam pelibatan negara untuk masuk ke ranah ini.

“Pertemuan tadi pagi dengan dubes Tiongkok intinya adalah kita harus menyamakan persepsi, bahwa ini isu tidak semata isu keluarga tapi pantas untuk dilihat apakah betul dugaan trafficking itu ada. Kalau kita sepakat maka insyaallah [selesai],” tambahnya.

Adapun, dia mengungkapkan jumlah korban sebanyak 15 orang dengan rincian delapan orang sudah kembali ke Indonesia dan masih ada dua orang yang berada di KBRI. “Tiga juga akan segera kembali. Tapi akan push agar prosesnya jadi lebih cepat,” jelasnya.

Untuk mencegah hal semacam ini terulang kembali, dia mengatakan Kementerian Luar Negeri akan aktif berkomunikasi dan sosialisasi ke daerah asal para WNI tersebut sehingga diharapkan masyarakat bisa mewaspadai hal-hal semacam ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan manusia
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top