Kasus Suap Garuda: Mantan Anak Buah Penyuap Emirsyah Satar Dipanggil KPK

Sallyawati dipanggil terkait dengan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.D dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia Tbk.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  11:27 WIB
Kasus Suap Garuda: Mantan Anak Buah Penyuap Emirsyah Satar Dipanggil KPK
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satarmenunggu pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/3). - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Manager Administrasi and Finance Connaught International Pte. Ltd., Sallyawati Rahardja, Kamis (18/7/2019).

Sallyawati dipanggil terkait dengan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.D dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia Tbk.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ESA [Emirsyah Satar]," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam pesan singkat.

Sallywati merupakan mantan anak buah dari pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo. Pekan lalu, Sallywawati juga dipanggil untuk bosnya tersebut.

Kemarin, KPK juga telah memeriksa Emirsyah dengan kapasitasnya sebagai tersangka. KPK mendalami tentang aliran dana lintas negara.

"Penyidik melakukan klarifikasi terhadap tersangka ESA, terkait penerimaan dari tersangka sebagai bagian proses penelusuran transaksi lintas negara," ujar Febri.

Lembaga antirasuah kini tengah mengusut temuan baru tersebut yang diduga antara mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

KPK menyebut dalam beberapa waktu belakangan ini penyidik menemukan adanya dugaan penggunaan puluhan rekening bank di luar negeri terkait perkara ini.

Selain Sallyawati, tim penyidik juga secara bersamaan memanggil Advokat Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP), Andre Rahadian. Praktisi hukum udara itu diminta bersaksi untuk tersangka yang sama.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga menerima suap 1,2 juta euro dan US$180.000 atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur asal Inggris, Rolls Royce.

Suap tersebut berkaitan dengan pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS selama periode 2005—2014 pada PT Garuda Indonesia, yang didugaditerima dari Soetikno Soedarjo, selaku perantara suap. 

Hingga kini, keduanya belum ditahan KPK padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, garuda indonesia, emirsyah satar

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top