Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Kivlan Zen Cabut Permohonan Gugatan Praperadilan?

Muhammad Yuntri, pengacara tersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, mengatakan kliennya direncanakan hadir dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (8/7/2019).
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  07:44 WIB
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (kedua kanan) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan kembali dipanggil penyidik Bareskrim Polri, namun kali ini sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar. - Antara
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (kedua kanan) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan kembali dipanggil penyidik Bareskrim Polri, namun kali ini sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Muhammad Yuntri, pengacara tersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, mengatakan kliennya direncanakan hadir dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (8/7/2019).

Dalam sidang yang sedianya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu Kivlan bakal mencabut permohonan gugatan praperadilan yang pernah diajukannya pada 4 Juli 2019.

“Telah diusahakan minta bantuan penyidik untuk menghadirkan beliau (Kivlan) di persidangan,” kata Yuntri lewat pesan pendek kepada, Senin (8/7/2019) dini hari.

Dia tak bersedia menjelaskan alasan kliennya mencabut permohonan tersebut.

“Bisa ditanyakan langsung ke beliau karena rencananya beliau mau hadir."

Kivlan telah meminta pencabutan permohonan gugatan praperadilan Nomor Register 75/pid.pra/2019/pn.jaksel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapan tersangka dan penahanannya. Berdasarkan surat permohonan, Kivlan tak menjelaskan alasannya mencabut praperadilan.

“Oleh karena satu dan lain hal yang tidak bisa saya jelaskan dalam surat ini, maka bersama ini saya mencabut kembali gugatan tersebut,” tutur Kivlan dalam surat permohonannya tertanggal 3 Juli 2019.

Kivlan berstatus tersangka atas kepemilikan senjata api ilegal sejak 29 Mei 2019.

Namanya santer dikaitkan dengan rencana pembunuhan empat tokoh nasional oleh enam tersangka yang telah ditangkap lebih dahulu, antara lain Tajudin dan Iwan Kurniawan. Keduanya adalah bekas prajurit TNI.

Kepolisian juga mengungkap peran Kivlan Zen yang diduga memberikan uang kepada tersangka calon eksekutor untuk membeli bedil dan memerintahkan membunuh keempat tokoh nasional.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kivlan Zen praperadilan senjata api

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top