Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahukah Kamu? Orang Filistin Kuno Ternyata Berasal dari Eropa

Studi DNA terbaru menunjukkan orang-orang Filistin datang ke Timur Tengah dari Eropa selatan lebih dari 3.000 tahun yang lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  19:23 WIB
Tahukah Kamu? Orang Filistin Kuno Ternyata Berasal dari Eropa
sumber: Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Orang-orang Filistin kuno, yang disebutkan dalam Alkitab sebagai penjahat, asal-usulnya telah membingungkan para cendekiawan selama beberapa dekade. Studi DNA terbaru menunjukkan orang-orang ini datang ke Timur Tengah dari Eropa selatan lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Temuan genetik tersebut berasal dari kerangka yang digali oleh para arkeolog di Israel pada 2016, termasuk tulang bayi yang terkubur di bawah rumah-rumah orang Filistin, menurut para arkeolog dalam sebuah makalah.

Kelompok ini banyak difitnah secara teratur dan digambarkan sebagai musuh orang Israel dalam teks-teks Alkitab. Goliat raksasa juga disebut-sebut seorang Filistin. Begitu juga Delilah yang menjebak prajurit legendaris Samson. Nama mereka juga menjadi identik dengan kegilaan, ketidaktahuan dan permusuhan terhadap budaya.

Namun untuk semua keunggulan mereka, dari mana mereka datang sebelum menetap di pantai yang sekarang menjadi Israel selatan dan Gaza, tetap menjadi misteri. Berbagai teori telah menyatakan leluhur mereka berasal dari Aegean, atau Levant utara.

"Penelitian kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa orang-orang Filistin berimigrasi ke wilayah ini pada abad ke-12 (SM)," kata Daniel Master, direktur Ekspedisi Leon Levy ke Ashkelon, sebuah kota pantai tempat pemakaman orang Filistin pertama kali ditemukan, dilansir Reuters, Kamis (4/7/2019).

Tim Ashkelon mengirim lebih dari 100 sampel kerangka ke Institut Max Planck Jerman untuk Sains Sejarah Manusia. DNA ditemukan pada sepuluh orang, terutama di tulang telinga bagian dalam yang mempertahankannya selama ribuan tahun.

Temuan yang dipublikasikan pada hari Rabu, 3 Juli 2019 di jurnal Science Advances ini, menunjukkan tiga tahap, yakni pra-migrasi, migrasi, dan kemudian pengenceran jejak genetik dalam populasi lokal beberapa ratus tahun kemudian.

Meskipun pemodelan genetik menunjukkan Eropa selatan sebagai daerah asal, ada beberapa batasan untuk pengujian DNA berusia 3.000 tahun, kata Michal Feldman, seorang ahli genetika kuno yang bekerja pada penelitian di Max Planck.

"Komponen leluhur ini berasal dari Eropa, atau lebih spesifik, dari Eropa selatan, sehingga leluhur orang Filistin pasti telah melakukan perjalanan melintasi Mediterania dan tiba di Ashkelon sekitar antara akhir zaman Perunggu dan awal zaman Besi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dna
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top