Massa Demo di MK akan Lebih Banyak jika Prabowo-Sandi…

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau agar pendukung hingga relawan tidak perlu datang ke sekitaran gedung Mahkamah Konstitusi mengawal sidang. Mereka cukup saksikan di layar kaca.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  10:22 WIB
Massa Demo di MK akan Lebih Banyak jika Prabowo-Sandi…
Personel Brimob Polri bersiap melakukan pengamanan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau agar pendukung hingga relawan tidak perlu datang ke sekitaran gedung Mahkamah Konstitusi mengawal sidang. Mereka cukup saksikan di layar kaca.

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan bahwa meski sudah mengajak untuk tidak datang, mereka yang ke Mahkamah Konstitusi (MK) bisa jadi adalah pendukung.

“Kan kami cuma bisa mengimbau. Coba kalau tidak ada imbauan, bisa ratusan ribu yang hadir,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/6/2019).

Di sisi lain, Andre tidak mengetahui apa dan maksud Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto soal adanya massa yang mendapat sponsor untuk aksi. Prabowo-Sandi tetap pada ajakan tidak ke MK.

“Mengenai teman-teman yang hadir ke MK, kami tidak mau mengomentari. Itu hak mereka,” jelasnya.

Sebelumnya ,Polri melarang masyarakat untuk melakukan aksi di sekitar gedung MK dan Komisi Pemilihan Umum. Ini berlaku hingga penetapan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo mengatakan bahwa pihaknya belum mau menerima permohonan izin keramaian kepada siapapun. Regulasi yang dijadikan dasar yaitu Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Bisa mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Kita juga harus menghormati HAM orang lain, menghormati norma dan etika,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (25/6/2019). 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkamah konstitusi, Sidang MK, AKSI 212

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top