PPDB 2019: Pemprov Jabar Deteksi Calon Siswa Gunakan Alamat ‘Bodong’

Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 Jawa Barat yang juga Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya menemukan alamat calon peserta didik baru (CPDB) tak sesuai domisili.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  11:30 WIB
PPDB 2019: Pemprov Jabar Deteksi Calon Siswa Gunakan Alamat ‘Bodong’
Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 Jawa Barat yang juga Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa. JIBI/Bisnis - Wisnu Wage

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 Jawa Barat yang juga Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya menemukan alamat calon peserta didik baru (CPDB) tak sesuai domisili.

Menurutnya, ada 3 alamat tak sesuai domisili ditemukan setelah Tim Investigasi Domisili PPDB 2019 melakukan pemeriksaan.

Hasil temuan tersebut, kata Iwa Karniwa, akan dilimpahkan ke cabang Dinas Pendidikan di daerah. Kemudian, diteruskan kepada satuan pendidikan atau sekolah. Nantinya, satuan pendidikan atau sekolah bersangkutan memanggil orangtua CPDB untuk memperbaikinya. 

“Jadi, nanti sekolah yang akan memanggil. Kami minta perbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki, ya, risiko orang tua. Sebab, CPDB ini pakai jalur zonasi. Data yang disampaikan harus riil,” katanya, Jumat (21/6/2019).

Menurut Iwa Karniwa, pembentukan Tim Investigasi Dominisili PPDB 2019 sebagai respons arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Emil –sapaan Ridwan Kamil--, kata dia, berpesan untuk menindak CPDB yang menggunakan kartu keluarga dan keterangan penduduk ‘bodong’. 

“Soal verifikasi data CPDB yang benar ini jadi konsern kami agar proses PPDB berjalan akuntabel,” ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jawa barat, ppdb, PPDB Online

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top