Sidang Sengketa Pilpres 2019: Tim Prabowo-Sandi Simpulkan DPT Sumber Masalah

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang ketiga gugatan perselisihan hasil pemilihan umum pilpres dengan agenda mendengar keterangan saksi dan akhi dari pemohon. Sidang yang dimulai Rabu (19/6/2019) pukul 09.00 WIB baru selesai pada Kamis (20/6/2019) pukul 05.00 WIB.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  06:49 WIB
Sidang Sengketa Pilpres 2019: Tim Prabowo-Sandi Simpulkan DPT Sumber Masalah
Ketua Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto selaku pemohon mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang ketiga gugatan perselisihan hasil pemilihan umum pilpres dengan agenda mendengar keterangan saksi dan akhi dari pemohon. Sidang yang dimulai Rabu (19/6/2019) pukul 09.00 WIB baru selesai pada Kamis (20/6/2019) pukul 05.00  WIB.

Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan bahwa 14 saksi dan 2 ahli yang mereka bawa menunjukkan ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Dia mengklaim bahwa telah menghadirkan saksi yang menyaksikan langsung adanya kecurangan di beberapa daerah Jawa dan Sulawesi. Semuanya yaitu daftar pemilih tetap invalid, sistem informasi penghitungan suara KPU memberikan informasi tidak benar, dan posisi Calon Presiden KH Ma’ruf Amin di dewan pengawas anak perusahaan BUMN.

“Tentu saja bagi sebagian kalangan dan majelis hakim sesuatu yang baru itu tidak dapat diterima akal sejat,” kata Bambang usai persidangan, Kamis (20/6/2019).

Bambang menjelaskan bahwa untuk membongkar semua ini, butuh keberanian dan kemampuan hakim MK dalam membuktikan semua gugatannya.

Dari semua tuntutan, sumber masalah dari sengketa yang kliennya ajukan, yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah daftar pemilih tetap (DPT).

“Dan kita kemudian menjadi ceroboh dan berkali-kali melakukan kebodohan. Kita ini termasuk saya. Kenapa? karena DPT tidak selalu mampu diselesaikan,” jelas Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahkamah konstitusi, Sidang MK, bambang widjojanto, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top