Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BPK Nilai Kemenkumham Lemah Kejar Aset Bank Century

“Perampasan aset Bank Century di luar negeri dengan taksiran sebesar US$ 11,44 juta atau setara dengan Rp 165,88 miliar belum maksimal. Sementara biaya yang dikeluarkan begitu besar” kata Agung Firman saat menyerahkan hasil audit keuangan Kementerian Hukum dan HAM pada Selasa (18/6/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  02:50 WIB
BPK Nilai Kemenkumham Lemah Kejar Aset Bank Century
Bank Century Ditutup - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan menyebut Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tidak maksimal dalam mengejar aset Bank Century di luar negeri. Anggota 1 BPK RI Agung Firman mengatakan padahal anggaran Kementerian untuk menuntaskan permasalahan ini sangat besar.

“Perampasan aset Bank Century di luar negeri dengan taksiran sebesar US$ 11,44 juta atau setara dengan Rp 165,88 miliar belum maksimal. Sementara biaya yang dikeluarkan begitu besar” kata Agung Firman saat menyerahkan hasil audit keuangan Kementerian Hukum dan HAM pada Selasa (18/6/2019).

Terkait hal tersebut Kementerian Hukum dan HAM pun berencana untuk mengembalikan aset korupsi luar negeri dengan bantuan BPK. "Kami akan kejar di mana pun tidak adalagi tempat bagi para pelaku tindak pidana korupsi utk menyembunyikan asetnya,” kata Agung.

Dalam waktu dekat ini pengembalian aset dari pelaku tindak pidana korupsi akan dilakukan dan telah dikomunikasikan kepada jaksa dan aparat di London dan Hongkong walaupun sepat mengalami gangguan keterlambatan.

Agung juga mengatakan akan ada pengembalian aset milik Robert Tantular dari Bank Century. Sebelumnya, Robert divonis 21 tahun penjara dalam empat kasus berbeda. Pertama vonis 9 tahun dan denda Rp 100 miliar subsider 8 bulan kurungan dalam kasus perbankan. Kedua, vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 6 bulan kurungan di kasus perbankan yang kedua.

Berikutnya, dia juga divonis bersalah dalam 2 kasus pencucian uang, yakni masing-masing 1 tahun dan 1 tahun serta denda Rp 2,5 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Kendati divonis 21 tahun, ia hanya menjalani total 10 tahun penjara. Ia mendapatkan remisi dengan total 77 bulan. Kini, ia tak lagi dipenjara karena mendapatkan bebas bersyarat.

“Upaya itu sudah kami tempuh dari tiga minggu lalu, sudah mendapatkan titik terang, mudah-mudahan Agustus nanti kami akan datang ke London dan mengambilnya untuk dikembalikan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank century

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top