Pemasok Chip Huawei Dikabarkan Diam-diam Lobi Pemerintah AS

Sejumlah pemasok chip asal Amerika Serikat (AS), termasuk Qualcomm dan Intel, diam-diam mendesak Pemerintah AS untuk melonggarkan larangannya terhadap Huawei Technologies.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  16:18 WIB
Pemasok Chip Huawei Dikabarkan Diam-diam Lobi Pemerintah AS
Logo Huawei - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah pemasok chip asal Amerika Serikat, termasuk Qualcomm dan Intel, diam-diam mendesak Pemerintah AS untuk melonggarkan larangannya terhadap Huawei Technologies.

Sumber terkait mengungkapkan para eksekutif dari produsen chip kelas atas di AS macam Intel dan Xilinx Inc. menghadiri sebuah pertemuan pada akhir Mei dengan Departemen Perdagangan AS untuk membahas respons atas masuknya Huawei ke dalam daftar hitam AS.

Melalui larangan tersebut, para pemasok komponen elektronik di AS tidak dapat menjual produk-produk mereka kepada Huawei, tanpa persetujuan khusus dari pemerintah AS. Larangan ini utamanya diberlakukan karena alasan keamanan nasional.

Namun para produsen chip berpendapat bahwa unit Huawei yang menjual produk seperti smartphone dan server komputer menggunakan suku cadang yang tersedia secara umum.

Dengan demikian, sangat kecil kemungkinan bagi raksasa teknologi China itu untuk menghadirkan masalah keamanan yang sama dengan perangkat jaringan 5G Huawei.

“Ini bukan tentang membantu Huawei. Ini tentang mencegah kerugian pada perusahaan-perusahaan Amerika,” tutur salah satu sumber terkait, seperti dikutip dari Reuters.

Dari US$70 miliar yang dikeluarkan Huawei untuk membeli komponen-komponen pada 2018, sekitar US$11 miliar jatuh kepada perusahaan-perusahaan AS termasuk Qualcomm, Intel, dan Micron Technology Inc.

Qualcomm, misalnya, berkeinginan dapat melanjutkan pengiriman chip ke Huawei untuk perangkat-perangkat umum seperti ponsel dan jam tangan pintar, menurut sumber Reuters.

Semiconductor Industry Association (SIA), sebuah kelompok perdagangan, mengakui telah mengatur konsultasi dengan pemerintah AS, atas nama perusahaan-perusahaan tersebut.

Konsultasi ini diadakan untuk membantu mereka mematuhi serta memberikan pengarahan singkat kepada para pejabat tentang dampak larangan terhadap perusahaan-perusahaan itu.

“Untuk teknologi yang tidak terkait dengan keamanan nasional, tampaknya mereka tidak boleh berada dalam cakupan perintah itu. Dan kami telah menyampaikan perspektif ini kepada pemerintah,” ujar Jimmy Goodrich, wakil presiden kebijakan global di SIA.

Google, yang menjual perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis kepada Huawei, juga telah melakukan advokasi agar dapat terus menjual kepada Huawei, menurut Chairman Huawei Liang Hua kepada awak media di China awal bulan ini.

Anak usaha Alphabet Inc. itu mengutarakan bekerja sama dengan Departemen Perdagangan AS untuk memastikan kepatuhannya terhadap aturan-aturan baru.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara di Meksiko, Andrew Williamson, wakil presiden urusan humas di Huawei, menyatakan Huawei tidak meminta siapa pun secara khusus untuk melobi atas perusahaan China ini.

“Mereka melakukannya dengan keinginan mereka sendiri karena, bagi sebagian dari mereka, Huawei adalah salah satu pelanggan utama mereka,” ujar Williamson.

“Para pembuat chip tahu bahwa memutuskan hubungan dengan Huawei dapat memiliki konsekuensi bencana bagi mereka,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
intel, huawei

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup