WHO Belum Nyatakan Darurat Global Terkait Wabah Ebola di Kongo

World Healt Organization (WHO) memutuskan untuk tidak mengumumkan keadaan darurat internasional terkait wabah Ebola di Kongo kendati telah menyebar ke Uganda.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  09:30 WIB
WHO Belum Nyatakan Darurat Global Terkait Wabah Ebola di Kongo
Virus Ebola - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – World Healt Organization (WHO) memutuskan untuk tidak mengumumkan keadaan darurat internasional terkait wabah Ebola di Kongo kendati telah menyebar ke Uganda.

Epidemi Kongo merupakan fenomena Ebola terbutuk yang kedua dengan 2.108 kasus dan 1.411 kematian sejak Agustus tahun lalu. Saat ini, wabah tersebut telah mencapai Uganda yang telah tercatat tiga kasus dan dua diantaranya meninggal.

Dalam sebuah pertanyaan, panel yang terdiri dari 13 ahli medis independen di WHO mendesak negara tetangga Kongo yang beresiko terdampak agar meningkatkan kesiapan mereka untuk mendeteksi dan mengelola kasus Ebola.

“Ini bukan darurat global, ini darurat di Republik Demokrat Kongo, darurat parah dan dapat memengaruhi negara tetangga,” kata Preben Aavitsland, ketua pelaksana panel WHO seperti dikutip Reuters, Senin (17/6/2019).

Dia menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan pandangan komite. Deklarasi darurat Ebola internasional akan sangat beresiko pada pembatasan perjalanan atau perdagangan yang merugikan ekonomi di Kongo.

Director General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa penyebaran Ebola ke Uganda adalah perkembangan terbaru, tetapi dinamika fundamentalnya masih belum berubah.

Adapun, pihak berwenang Uganda saat ini tengah menyusun daftar yang berpotensi terkena virus Ebola. Vaksinasi kontak dan petugas kesehatan telah dimulai akhir pekan lalu.

Sementara itu, beberapa kelompok media mendesak komite untuk mengumumkan keadaan darurat yang akan mendorong peningkatan tindakan kesehatan masyarakat, pendanaan, dan sumber daya.

Jeremy Farrar, Director Wellcome Trust yang juga seorang spesialis penyakit menular, menyuarakan kekecewaannya terhadap keputusan dari panel WHO mengenai kondisi Ebola terkini.

“Saya menghormati keputusan dari komite tetapi saya percaya bahwa kesehatan masyarakat dan kepedulian internasional sangat dibutuhkan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dengan menyatakan keadaan darurat Ebola akan meningkatkan level dukungan politik internasional yang hingga kini dinilainya masih sangat minim.

Dalam beberapa tahun terakhir, hanya ada empat keadaan darurat yang pernah dinyatakan yakni pandemi Influenza pada 2009, polio pada 2014, virus Zika pada 2016, dan wabah Ebola terburuk yang melanda Afrika Barat pada 2014-2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kongo, Virus Ebola

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top