Dampak Pengamanan Sidang MK, Pengendara Motor Sempat "Bajak" Jalur Trans Jakarta

Pengamanan sejumlah jalan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi pada Jumat (14/6/2019) berdampak pada perilaku pengguna lalu lintas. Sejumlah pengendara motor tampak nekat melawan arus bahkan "membajak" jalur khusus bus Trans Jakarta.
Anggara Pernando | 14 Juni 2019 16:10 WIB
Kondisi menjelang halte Pecenongan akibat jalur Juanda di tutup pada Jumat, (14/6/2019) pukul 11.05 WIB. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamanan sejumlah jalan di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi pada Jumat (14/6/2019) berdampak pada perilaku pengguna lalu lintas. Sejumlah pengendara motor tampak nekat melawan arus bahkan "membajak" jalur khusus bus Trans Jakarta.

Pemandangan itu tampak di Jalan Juanda pukul 11.02 WIB, menjelang Istana Negara. Sejumlah pemotor nekat melawan arah menggunakan jalan yang dilalui Trans Jakarta. Jalan yang ditutup dari arah Istiqlal menuju Kompleks Istana. 

Akibatnya menjelang Halte Trans Jakarta Pacenongan terjadi pertemuan arus dari dua arah dan menimbulkan tumpukan bus. Bus Trans Jakarta dari arah Harmoni menuju Stasiun Juanda terlihat mengantre. Para pemotor pun diminta balik kanan, keluar dari jalur Trans Jakarta.

Seperti diketahui jumlah aparat keamanan dari TNI dan Polri terlihat lebih banyak pada sejumlah tempat strategis di Jakarta seiring sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Kondisi menjelang halte Pecenongan akibat jalur Juanda di tutup pada Jumat, (14/6/2019) pukul 11.05 WIB./Bisnis-Anggara Pernando

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menuturkan gelaran pasukan yang lebih besar merupakan upaya Kepolisian untuk memberi rasa aman di tengah masyarakat.

"Kapolri sudah sampaikan [bahwa kepolisian] tidak mau ambil risiko ada gangguan atas kelancaran sidang. Jadi jangan sampai ada yang mengganggu," kata Moeldoko di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Menurut Moeldoko, kelancaran sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi penentu arah Bangsa Indonesia ke depannya. Keputusan MK akan menentukan siapa yang menjadi Pemimpin Indonesia 5 tahun mendatang.

"Sidang ini menentukan masa depan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut Moeldoko mengingatkan elemen masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa agar tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak fasilitas publik.

"Jangan macam-macam. Negara ini perlu damai, masyarakat perlu damai. Jangan bikin macam-macam. Kita akan bikin sesuatu kalau macam-macam," kata Moeldoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sidang MK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top