Jelang Setahun, AS Desak Saudi Tunjukkan Kemajuan Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi

Pemerintahan Trump mendesak Arab Saudi untuk menunjukkan kemajuan yang nyata atas penyelidikan kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, pada Oktober tahun lalu.
Jelang Setahun, AS Desak Saudi Tunjukkan Kemajuan Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi Denis Riantiza Meilanova | 12 Juni 2019 08:34 WIB
Jelang Setahun, AS Desak Saudi Tunjukkan Kemajuan Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi
Jamal Khashoggi - reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintahan Trump mendesak Arab Saudi untuk menunjukkan kemajuan yang nyata atas penyelidikan kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, pada Oktober tahun lalu.

Menanggapi kritik yang menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membiarkan Saudi lolos setelah kematian Khashoggi, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters, dikutip Rabu (12/6/2019), bahwa dalam pesan yang disampaikan, pemerintah AS meminta Arab Saudi harus menanggapinya dengan serius karena kasus Khashoggi masih menjadi isu yang sangat panas.

Menurut pejabat yang enggan disebutkan namanya itu, AS mendesak Saudi untuk menyelesaikan penyelidikan mereka dan mengambil tindakan sebelum peringatan setahun kematian Khashoggi. Namun dia tak menyebutkan konsekuensi yang diberikan jika Saudi gagal melakukannya.

"Akan ada peningkatan sensitivitas menjelang peringatan kematian," kata pejabat itu. "Itu akan menjadi perhatian semua orang untuk memiliki beberapa kemajuan nyata saat itu."

Khashoggi, kolumnis Washington Post yang vokal mengkritik rezim Arab Saudi, menghilang setelah memasuki Kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Sebelas tersangka Saudi telah diadili dalam proses persidangan yang bersifat rahasia.

Menurut sumber dari pemerintah AS, CIA menduga Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang memerintahkan pembunuhan itu. Badan intelijen AS itu terus memantau dan mengumpulkan informasi tetapi tidak melakukan penyelidikan skala penuh.

Para pejabat Saudi telah membantah keterlibatan Pangeran Mohammed.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menolak untuk secara terbuka mengambil sikap. Trump menyatakan keraguan tentang penilaian CIA dan berpendapat bahwa Washington tidak boleh mengambil risiko aliansinya dengan Riyadh.

Trump juga mendapat reaksi keras dari Kongres bulan lalu ketika dia mengabaikan izin Kongres untuk menjual senjata senilai US$8 miliar ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan klaim bahwa ada ancaman Iran yang darurat. Senator Demokrat AS A. Chris Murphy pun menuduh pemerintahan Trump "menutup mata" terhadap pembunuhan Khashoggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, arab saudi, Donald Trump, Jamal Khashoggi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top