Permintaan Baru Melemah, Sektor Manufaktur AS Terkontraksi

Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  21:59 WIB
Permintaan Baru Melemah, Sektor Manufaktur AS Terkontraksi
Aktivitas manufaktur otomotif di AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA--Permintaan baru barang-barang produksi Amerika Serikat mengalami penurunan pada April. Sementara itu,  pengiriman anjlok dalam 2 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan pelemahan lebih lanjut pada aktivitas manufaktur yang bisa menahan pertumbuhan ekonomi AS.

Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan AS yang dikutip dari Reuters, Selasa (4/6/2019), order barang-barang pabrik menurun 0,8 persen yang didorong oleh pelemahan permintaan peralatan transportasi, komputer, dan elektronik, serta logam dasar. Sementara, pada Maret 2019 permintaan masih naik sebesar 1,3 persen.

Para ekonom yang disurvei Reuters memproyeksikan penurunan order berada di level 0,9 persen pada April. Sektor manufaktur yang berkontribusi sebesar 12 persen terhadap perekonomian AS mengalami kontraksi akibat pelemahan permintaan, sementara barang yang belum terjual menumpuk di gudang.

Sektor otomotif mencatatkan peningkatan stok sebesar 0,3 persen akibat penurunan permintaan, sedangkan barang yang tidak laku terjual juga naik 7 persen dalam 8 bulan terakhir.

Pengiriman barang-barang manufaktur juga menurun 0,5 persen pada April 2019, penurunan terbesar sejak April 2017 setelah naik 0,2 persen pada Maret 2019. Langkah Boeing untuk memangkas produksi pesawat 737 MAX juga berdampak pada industri pengolahan AS.

Sektor manufaktur juga mendapatkan tambahan hambatan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia akan menerapkan tarif terhadap semua barang asal Meksiko pada minggu lalu. Kebijakan ini merupakan langkah untuk menekan angka imigran ilegal yang melewati perbatasan AS-Meksiko. Tarif yang dikenakan minimal sebesar 5 persen dan mulai berlaku pada 10 Juni 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur as

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top