Mudik 2019 Lancar, PDI Perjuangan Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi-JK

Menurut Hasto, apresiasi harus diberikan kepada pemerintahan Jokowi-JK karena bisa membuat mudik tahun ini lancar. Dia menyebut kelancaran mudik tahun ini tak lepas dari perencanaan matang yang dimiliki pemerintah jelang para pemudik melaju ke kampung halaman.
Mudik 2019 Lancar, PDI Perjuangan Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi-JK Lalu Rahadian | 03 Juni 2019 13:29 WIB
Mudik 2019 Lancar, PDI Perjuangan Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi-JK
Presiden Joko Wiodo memberikan keterangan saat menerima kunjungan tim redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Musim mudik jelang Idulfitri tahun ini diklaim berlalu tanpa hambatan berarti. Klaim itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto, apresiasi harus diberikan kepada pemerintahan Jokowi-JK karena bisa membuat mudik tahun ini lancar. Dia menyebut kelancaran mudik tahun ini tak lepas dari perencanaan matang yang dimiliki pemerintah jelang para pemudik melaju ke kampung halaman.

“Selain itu, harga kebutuhan pokok rakyat relatif stabil dan terkendali. Baru kali ini mudik berjalan lancar dan terjadi di seluruh moda transportasi. Rakyat gembira atas capaian ini,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Dia menyebut pemerintahan Jokowi-JK mampu menjawab kebutuhan masyarakat di musim mudik. Dia juga menganggap mudik bisa berjalan lancar karena adanya gotong-royong antara Pemerintah, Parpol, Swasta, dan BUMN dalam mengadakan mudik bersama.

Pada kesempatan sama, PDI Perjuangan juga menyinggung penggunaan istilah halalbihalal yang jamak di Hari Raya Idulfitri. Menurut Hasto, istilah halalbihalal diperkenalkan pada 1948 oleh Bung Karno dan KH Wahab Chasbullah atau Kyai Wahab.

Saat itu, kata Hasto, Bung Karno meminta pendapat Kyai Wahab atas situasi bangsa dan negara dimana elit politiknya terpecah, saling curiga, sehingga diperlukan cara yang efektif untuk menggunakan momentum lebaran, membangun persaudaraan nasional.

“Semula Kyai Wahab mengusulkan agar saat Idulfitri diadakan silaturahim nasional. Namun Bung Karno menganggap istilah itu sudah biasa. Maka, Kyai Wahab kemudian mengusulkan istilah halalbihalal. Sebab para elite politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa [haram], maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Maka jadilah halal bi halal sebagai tradisi yang terbukti menyatukan,” jelasnya.

Makna halalbihalal itu dianggap masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. PDI Perjuangan berharap pasca Idulfitri 1440 H persatuan nasional dan kepentingan rakyat bisa dikedepankan semua elite politik

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Mudik Lebaran, lebaran, idulfitri

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top