Japan Airlines Berpeluang Perluas Kolaborasi dengan Malaysia Airlines

Japan Airlines Co Ltd berpeluang memperluas usaha patungan atau joint venture dengan Malaysia Airlines untuk penerbangan ke Amerika Serikat.
Japan Airlines Berpeluang Perluas Kolaborasi dengan Malaysia Airlines M. Nurhadi Pratomo | 02 Juni 2019 17:47 WIB
Japan Airlines Berpeluang Perluas Kolaborasi dengan Malaysia Airlines
Pesawat Malaysia Airlines - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Japan Airlines Co Ltd berpeluang memperluas usaha patungan atau joint venture dengan Malaysia Airlines untuk penerbangan ke Amerika Serikat dan rute Asia lainnya pada masa mendatang.

Japan Airlines dan Malaysia Airlines meneken nota kesepahaman joint venture (JV) untuk penerbangan Malaysia—Jepang pada 27 Mei 2019. Akan tetapi, Presiden Japan Air Lines (JAL) Yuji Akasaka mengatakan langkah itu hanya bagian dari kemitraan yang lebih lanjut.

JAL, lanjut Yuji, yang sukses membalikkan keadaan setelah memasuki kebangkrutan pada 2010, dapat memberikan saran kepada Malaysia Airlines berdasarkan pengalaman.

“Kami percaya apa yang sedang dilakukan Malaysia Airlines saat ini mirip dengan apa yang Japan Airlines lalui dan kami pulih dari situasi itu,” ujarnya pada Minggu (2/6/2019).

Dia menyebut begitu JV Malaysia—Jepang disetujui oleh pihak berwenang, akan ada peluang memperluas kemitraan. Hal itu mencakup penerbangan Amerika Serikat dan rute Asia lainnya.

Seperti diketahui, Malaysia Airlines tidak memiliki penerbangan langsung ke Amerika Serikat. Akan tetapi, JAL mengoperasikan sejumlah rute ke negeri Paman Sam.

Kendati demikian, Yuji Akasaka mengatakan masih terlalu dini untuk investasi ekuitas di Malaysia Airlines. Namun, diskusi di masa depan mungkin dilakukan.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia mempertimbangkan apakah akan menutup, menjual, atau membiayai kembali Malaysia Airlines yang merugi. Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada Maret 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
maskapai penerbangan, japan airlines, malaysia airlines

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top